90 Tukik, Karang Taruna Tanjung Tuwis, Komunitas Korallium Aksi Nyata Peduli Lingkungan

Rabu, 16 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Tim dan Masyarakata dan  pencinta penyu

Foto Bersama Tim dan Masyarakata dan pencinta penyu

BANGGAI, SUARAUTARA.COM – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan upaya konservasi satwa laut langka, Karang Taruna Tanjung Tuwis bersama komunitas lingkungan Korallium melaksanakan kegiatan pelepasan anakan penyu (tukik) ke habitat aslinya di laut, Rabu, 16 April 2025, pukul 15.34 WITA.

Sebanyak 90 ekor tukik yang ditemukan oleh warga di area Kantor Samsat, Kelurahan Tanjung Tuwis, berhasil diamankan setelah mereka terlihat bergerak ke arah jalan raya usai menetas secara alami. Karena lokasi tersebut jauh dari pantai dan cukup rawan, warga bersama Karang Taruna dan Komunitas Korallium memutuskan untuk melepas tukik ke laut agar dapat bertahan hidup secara alami.

“Dari total 90 ekor, 13 ekor tukik telah dilepas sore hari. Sisanya akan dilepaskan pada malam hari untuk menghindari serangan predator,” ungkap Sunaryo Larompone, Ketua Karang Taruna Tanjung Tuwis, yang menyebutkan bahwa organisasinya aktif dalam pelestarian sejak 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto Saat pelepasan anak penyu langkah

Jenis penyu yang dilepaskan tergolong langka dan dilindungi, dikenal sebagai jenis 3 DA. Kepala BPPMH-KP Luwuk Banggai, Arafat Taslim A.Pi, menyampaikan bahwa seluruh jenis penyu termasuk dalam satwa yang dilindungi oleh undang-undang. Hal senada juga disampaikan oleh Mukmin, Kepala PSDKP KKP Luwuk Banggai, yang menegaskan bahwa perairan Luwuk Banggai masih menjadi lokasi favorit penyu untuk berkembang biak.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, seperti Taufan Pawata (Sekretaris Camat Luwuk Selatan), Mukmin (Kepala PSDKP KKP Luwuk Banggai), Arafat Taslim (Kepala BPPMH-KP), Fahriny Unus (Kabid Penangkapan Dinas Perikanan), Eka Santi Yuliana (Kabid Jafung), perwakilan penyuluh perikanan Gatra, HIMA-BIO Unismuh, Sakabahari Luwuk, serta masyarakat sekitar.

Foto Anakan penyu Langkah umur 4minggu

Pelepasan tukik ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan organisasi lingkungan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Keberadaan penyu sangat penting dalam rantai makanan laut, dan oleh karena itu, menjaga kelestariannya adalah tanggung jawab bersama.

( BPPMH-KP/ DewiQomariah )

Berita Terkait

SPIP Buol Dievaluasi, Tiga PD Wajib dan Sektor Strategis Jadi Sorotan
Pentas Silaturahmi Musik Literasi Kota Batu Wisata Sastra Budaya 
Waspadai Perundungan di Sekolah Anggota Bhabinkamtibmas Edukasi Siswa SMA Katolik Santo Yosep Luwuk
Lahan Satu Hektare di Desa Tombang Ludes Terbakar Anggota Polsek Pagimana Duga Efek Cuaca Kering
62 Personel Polresta Banggai serta Polsek Kota  Amankan Aksi Seribu Lilin Aliansi Untika Melawan
Ketoprak Madura di Tengah Badai Globalisasi
Bawaslu Menyapa SMKN 2 Luwuk Siapkan Pemilih Pemula yang Cerdas Kritis dan Berintegritas
Dandim 1308/LB Letkol Inf Cep Turun Langsung Padamkan Kebakaran Hutan di Tombang Warga Diminta Waspada

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 06:12 WITA

SPIP Buol Dievaluasi, Tiga PD Wajib dan Sektor Strategis Jadi Sorotan

Selasa, 8 September 2026 - 05:17 WITA

Pentas Silaturahmi Musik Literasi Kota Batu Wisata Sastra Budaya 

Selasa, 8 September 2026 - 00:00 WITA

Waspadai Perundungan di Sekolah Anggota Bhabinkamtibmas Edukasi Siswa SMA Katolik Santo Yosep Luwuk

Senin, 7 September 2026 - 21:33 WITA

62 Personel Polresta Banggai serta Polsek Kota  Amankan Aksi Seribu Lilin Aliansi Untika Melawan

Senin, 7 September 2026 - 20:41 WITA

Ketoprak Madura di Tengah Badai Globalisasi

Berita Terbaru