Air Panas Cangar: Di Sini, Hubungan Kita Semakin Dekat

Minggu, 15 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM| KOTA BATU –  Langit biru Kota Batu pada pagi itu amat cerah.  Secerah hatiku dan hati anakku. Angin pagi berkesiur lembut. Tak bersuara namun terasa di kulit kita berdua. Senyap sesaat, namun pecah setelah anakku bersuara,

“Bu, rasanya kayak kita balik lagi ke zaman dulu ya…”  uc

ap anakku pelan-pelan sambil kita duduk bersama di tepi kolam air panas yang hangat. Sorot matanya seolah menembus relung masa silam saat ia kecil.

Setelah sekian lama ,  akhirnya minggu lalu kita bisa pergi bersama ke Cangar – hanya aku dan dia, naik mobil sambil menikmati setiap detik perjalanan.

‎Perjalanan yang Isinya Lebih dari Sekadar Jalan

‎Kita berdua berangkat dari Malang sekitar jam 8 pagi. Pas mesin mobil menyala, anak saya langsung mulai bercerita – tentang hal kecil yang membuatnya senang hari itu.

Rasanya begitu berharga bisa punya waktu seperti ini – tidak ada jadwal yang harus diikuti, hanya kita berdua dan cerita yang mengalir seperti air yang menggenangi kolam nanti.

‎Jalan menuju Kota Batu sudah banyak berubah, tapi ketika masuk jalan menuju Cangar, suasana yang aku kenal dari dulu langsung menghampiri. Pohon-pohon besar yang rindang, udara yang sejuk dan segar, serta pemandangan hamparan kebun yang hijau menyebar di lereng bukit. Anakku bahkan berhenti sejenak bercerita, sebentar untuk menikmati pemandangan, lalu bilang, “Bu, kayaknya hidup harus ada waktu buat berhenti dan melihat pemandangan kayak gini ya…”

‎Suasana Hangat yang Bikin Hati Tenang

‎Setelah sampai, kita langsung masuk ke area kolam. Tidak terlalu ramai, sehingga suasana terasa sangat tenang dan pribadi. Kita memilih kolam yang terletak di dekat sumber airnya – bisa melihat langsung air panas keluar dari celah batu dengan suara gemericik yang menenangkan.

‎Suhu airnya pas banget – tidak terlalu panas sampai menyengat, tapi cukup hangat untuk melepaskan ketegangan yang menumpuk di otot dan pikiran. Anak saya bilang rasanya tubuhnya jadi lebih ringan  dan aku merasakan hal yang sama. Kita duduk berdampingan, terkadang diam menikmati pemandangan pepohonan dan suara burung, terkadang ngobrol tentang hal-hal yang belum pernah kita bicarakan secara mendalam.

‎Aroma sulfur yang khas memang terasa, tapi bukan sebagai sesuatu yang menyengat – melainkan sebagai tanda bahwa kita sedang merasakan khasiat alam yang murni dari kaki Gunung Arjuno.

‎Makan bersama, nostalgia yang hangat

‎Setelah sekitar satu jam bersantai di kolam, kita pergi makan di warung makan lokal yang ada di dekatnya. Anak saya langsung memilih soto ayam kampung – sama seperti yang dulu sering kita pesan ketika dia masih kecil.

‎Sambil makan, kita jadi cerita tentang masa kecilnya – bagaimana dia selalu suka bermain air sampai baju dan rambutnya basah kuyup, bagaimana dia selalu menginginkan es krim setelah mandi, dan bagaimana dia dulu selalu menyandarkan kepalanya di bahuku saat pulang dari liburan. Sekarang dia sudah dewasa, bisa memesan susu hangat untukku karena tahu aku tidak suka minuman dingin. Rasanya bangga bukan main melihatnya tumbuh jadi orang yang perhatian.

‎Makanannya tetap enak seperti dulu – soto ayam, tahu yang renyah, dan ketan kelapa. Kita makan sambil menikmati angin yang bertiup lembut dari arah gunung, seolah waktu benar-benar berhenti untuk kita berdua.

‎Momen yang akan Selalu Kuingat.

‎Setelah makan, kita jalan-jalan santai ke area wisata. Dari sana, kita bisa melihat Gunung Arjuno yang megah dengan jelas, kadang diselimuti kabut tipis yang membuatnya tampak lebih misterius. Anak saya mengambil foto untuk kenang-kenangan, lalu mengajakku berfoto bareng. “Nanti ini aku jadiin koleksi ,  Bu,” katanya dengan senyum.

‎Kita juga bertemu dengan pemilik warung yang sudah berjualan di sana selama puluhan tahun. Dia cerita bahwa air panas di Cangar memang sudah dikenal sebagai sumber air yang baik untuk kesehatan, dan banyak keluarga yang datang dari jauh hanya untuk merasakan kehangatannya bersama-sama. Anak saya pun tertarik dan bertanya banyak hal tentang asal-usul air panas itu, dengan wajah yang penuh rasa ingin tahu – sama seperti ketika dia masih kecil. Tips buat teman teman yang mau kesini,

‎Beberapa Hal yang Bisa disiapkan

‎Pilih waktu yang tepat: Datanglah pagi atau sore hari agar tidak terlalu ramai dan udaranya lebih sejuk.

‎Bawa perlengkapan cukup: Jangan lupa bawa baju ganti dan handuk, karena pasti akan merasa sangat rileks dan mungkin ingin bersantai lebih lama.

‎Jangan lewatkan makanan lokal: Selain enak, juga bisa merasakan cita rasa asli dari daerah ini.

‎Nikmati setiap detik: Jangan terburu-buru – tempat ini dibuat untuk berhenti sejenak dan menikmati momen bersama orang tersayang.

‎Sampai sekarang, anak saya masih sering menyebutkan liburan ke Cangar itu. Dia bahkan sudah merencanakan untuk datang lagi. Bagi saya, liburan itu bukan hanya tentang jalan-jalan – tapi tentang menemukan kembali hubungan yang erat dengan anak saya, di tengah kehangatan air panas dan keasrian alam di Cangar. (***)

 

‎Penulis: Nilawati Handayani, pemerhati lingkungan. Tinggal di kota Malang, Jawa Timur.

‎

Berita Terkait

Demi Aturan Dewan Pers Anggota PWI Banggai dan Jambi Jadi Sorotan di UKW Parimo 27 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Cegah Demam Berdarah, Babinsa Koramil 0823/05 Panarukan Bersama PKM dan Perangkat Desa Gelar Fogging  
Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo
Universitas Negeri Malang Persembahkan Sertifikat Kepada Hosnatun Sebagai Narasumber Dalam Giat Pencantrikan Reportoar Tari Topeng Berbasis Sejarah di Jatim, Khususnya Situbondo 
Edukasi Hukum Sejak Bangku Sekolah Polsek Lamala  Wayan Sukarman Jalankan Program Polisi Peduli Pendidikan
Kapolresta Banggai Sambangi Pura Agung Padma Buana Warga Keluhkan Solar hingga Narkoba
Hariadi Bola Gerakkan Tim Dinsos Yudi Serahkan  Bantuan Bupati Banggai Langsung pada Korban Kebakaran Paisubuloli
Dukung Ketahanan Energi Nasional DSLNG Sabet Penghargaan Komersialisasi Gas Domestik dari SKK Migas

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:54 WITA

Demi Aturan Dewan Pers Anggota PWI Banggai dan Jambi Jadi Sorotan di UKW Parimo 27 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Rabu, 4 November 2026 - 11:15 WITA

Cegah Demam Berdarah, Babinsa Koramil 0823/05 Panarukan Bersama PKM dan Perangkat Desa Gelar Fogging  

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WITA

Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo

Senin, 2 November 2026 - 16:58 WITA

Universitas Negeri Malang Persembahkan Sertifikat Kepada Hosnatun Sebagai Narasumber Dalam Giat Pencantrikan Reportoar Tari Topeng Berbasis Sejarah di Jatim, Khususnya Situbondo 

Senin, 2 November 2026 - 15:22 WITA

Edukasi Hukum Sejak Bangku Sekolah Polsek Lamala  Wayan Sukarman Jalankan Program Polisi Peduli Pendidikan

Berita Terbaru