SUARAUTARA.COM, BOLMONG – Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi resmi mendapat gelar Ki Punu yang merupakan gelar yang Pertama Kali Disandang Mokodoludut sabagai gelar pemangku adat tertinggi, Kini disematkan kepada Bupati Yusra Alhabsyi sebagai Pemimpin baru Bolmong.
Gelar adat ini diberikan oleh para tetua adat Mongondow dalam prosesi penyambutan adat, Rabu (5/3/2025), penyematan gelar tersebut berlangsung di rumah dinas Bupati Bolmong, di desa Lalow, Kecamatan Lolak bersamaan dengan acara penyambutan adat bagi Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta sebagai pemimpin baru Bolaang Mongondow (Bolmong).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Lembaga Warisan Budaya Bolaang Mongondow Raya (LWB-BMR), Chairun Mokoginta, menjelasKan Soal gelar adat yang diberikan kepada Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi sebuah kehormatan yang menandakan pengakuan atas kepemimpinan, kecerdasan, dan dedikasi beliau dalam membangun daerah ini.
Menurut Chairun Mokoginta, gelar Punu’ bukanlah gelar sembarangan. Sejarah panjang gelar ini dimulai pada abad XIV, ketika Mokodoludut, seorang pemimpin yang dikenal akan kharisma, kecerdasan, dan keberaniannya, pertama kali dianugerahi gelar ini.
Dalam bahasa adat, Punu’ memiliki makna yang dalam—”utama” atau “terdepan”. Gelar ini tidak hanya sekadar simbol kepemimpinan, tetapi juga menggambarkan seorang pemimpin yang unggul dalam berbagai aspek kehidupan.
Menurut Chairun, makna filosofi dari gelar ini bisa ditemukan dalam pepatah adat Bolaang Mongondow yang mengatakan, “SimPUNU’ on dagat”, yang mengibaratkan lautan paling dalam; “simPUNU’ on toba”, yang berarti tempat tertinggi di daratan; dan “simPUNU’ on langit”, yang menggambarkan tempat paling jauh di ufuk langit. Semua itu menggambarkan sosok pemimpin yang menguasai berbagai ilmu—dari ilmu tentang lautan, daratan, hingga perbintangan yang diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)















