Resiko Adalah Keputusan Untuk Melangkah

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: SURYADI|Jurnalis senior

 

Pada hakekatnya, memang selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan dan kebimbangan yanf kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah dan tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah.

Dan karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak. Tiap pilihan selalu ada resiko yang mengiringinya. Namun jangan sampai ketakutan, keraguan dan kebimbangan dan menghentikan langkah kita.

Resiko,, sebuah keniscayaan dan kemutlakan. Ada banyak pepatah, jargon dan idiom yang menyatakan bahwa tanpa resiko tiada hasil. Perjuangan tanpa pengorbanan takkan pernah berhasil. Bahkan dalam persoalan yang sepele mengandung resiko. Yang pasti, resiko ada di mana-mana dan tak! bisa dihindari.

Resiko adalah keputusan untuk melangkah atau melakukan sesuatu karena menginginkan sesuatu yang lebih baik. Setiap orang pasti menginginkan hidup lebih baik dan konsekuensinya harus merelakan waktu, tenaga, pikiran bahkan harta bendanya untuk menggapai kehidupan yang dicita-citakan.

Resiko membuat kita berani. Berani bertanggung jawab dan berani menggung akibatnya. Tentunya juga berani untuk memulai sesuatu yang baru.

Terlalu dihantui resiko membuat hidup terasa suram, masa depan tampak gelap. Tidak ada keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru, terlalu takut untuk menerima akibat samping dari apa yang kita lakukan dan akibatnya cukup fatal.

Resiko, layaknya keberanian dibutuhkan dalam mengarungi bahtera kehidupan harus dihadapi dengan bekal keberanian.

Kendatipun memang bukan kehendak kita, namun Tuhan sudah membekali kita dengan segenap kemampuan yang kita butuhkan, diantaranya adalah keberanian.

Keberanian untuk melangkah dan menerima resiko hidup itu sendiri.

Bukan resiko yang menjadi persoalan utama, bahkan kalau bisa perbincangan tentang resiko ditepis dulu sejauh mungkin. Kenapa?. Apakah kita tidak boleh realistis?. Sebaliknya kita sangat realistis. Cita-cita adalah angan-angan yang dicoba untuk direalisasikan, bukan hanya sekedar mimpi yang manis di kala tidur tetapi pahit begitu kita bangun esok pagi. Resiko tetap menjadi persoalan utama namun ada waktunya tersendiri.

Yang pasti, orang yang tidak mau menerima resiko, pada akhirnya akan menjadi manusia yang tak mau bersyukur.

Berita Terkait

Jabatan Adalah Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan
Warga Tegas…Berani Lancar dan Berani Terang Dipertanyakan Minta Gubernur Lihat Langsung Jalan Pandanwangi dan Dongin
GERBANG TOLL (Gerakan Bareng Tolak LPJ) PBNU
Prabowo Subianto Untuk Indonesia Raya
Karier Febrie Ardiansyah Tamat, Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
Jangan Bohongi Presiden RI
Sinergi Membangun Negeri: Jayalah NKRI!!!
Otoritas Keulamaan Nahdlatul Ulama Menimbang Rais Aam Menjelang Muktamar ke – 35

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 07:46 WITA

Resiko Adalah Keputusan Untuk Melangkah

Sabtu, 12 September 2026 - 12:49 WITA

Jabatan Adalah Amanah yang Harus Dipertanggungjawabkan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:30 WITA

Warga Tegas…Berani Lancar dan Berani Terang Dipertanyakan Minta Gubernur Lihat Langsung Jalan Pandanwangi dan Dongin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:54 WITA

GERBANG TOLL (Gerakan Bareng Tolak LPJ) PBNU

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:24 WITA

Prabowo Subianto Untuk Indonesia Raya

Berita Terbaru

OPINI

Resiko Adalah Keputusan Untuk Melangkah

Senin, 21 Sep 2026 - 07:46 WITA