DaerahHukum & KriminalKab.BuolSultengTopik Utama

Polisi Belum Bisa Tangkap Pelaku Pengeboman Ikan di Napo Roa

BUOL, SUARAUTARA.COM – Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Buol melalui Polsek Paleleh belum berhasil menangkap pelaku pengeboman ikan di perairan Desa Hulubalang radius setengah Mil dari Napo Roa, Jum’at (11/6).

Perburuan pengeboman ikan ini berdasarkan rekomendasi Rapat Koordinasi Kecamatan Palbar di Desa Hulubalang yang baru saja digelar sehari sebelum pengejaran para perusak biota laut ini, Kamis (10/06).

Proses pencarian pelaku perusak habitat ikan di perairan Paleleh Barat masih nihil, dan belum berhasil ditangkap” ungkap Camat Palbar Wahyudin Hi. Kadir, SE saat dihubungin media ini, Jum’at (11/6).

Setelah dilakukan pengejaran oleh tim Polsek Paleleh, para pengebom ikan ini berhasil melahirkan dengan lebih cepat dari kejaran tim Polsek Paleleh dibawah pimpinan IPDA.Risman.

Wahyudin menambahkan, para pelaku pengeboman ini meruparakan para nelayan yang sudah terlatih dan berpengalaman saat melakukan operasi pengeboman ikan.

Dari pantauan memang para pelaku ” ilegal fishing” ini sudah berpengalaman dan menggunakan alat yang canggih yakni mesin tempel 40 PK, sedangkan petugas hanya menggunakan mesin tempel Johnson Yamaha 15 PK, sehingga tidak bisa mengejar para pelaku ini, kita masih minim alat pendukung,sehingga hal ini perlu menjadi perhatian bersama dan dinas terkait“, jelas Camat.

Sementara itu, untuk lebih meningkatkan aktifitas pengawasan terhadap para pelaku pengeboman ikan ini, Camat bersama Polsek Paleleh, Danramil dan seluruh pemdes di Palbar menginstruksikan seluruh desa dipesisir pantai Palbar untuk menindaklanjuti hasil rekomendasi terkait maraknya pengeboman ikan yang terjadi.

Sementara itu untuk menanggapi persoalan ini salah satu tokoh masyarakat Paleleh Safrudin Nuhung kepada media ini, Jum’at (11/06) mengatakan pihak sangat mendukung apa yang sudah di lakukan Polsek Paleleh dalam upaya menangkap para pelaku perusak biota laut ini.

Tentu menurut hemat kami pihak Polsek dan Polairud perlu disuport dan di bantu, terutama fasilitas pendukung seperti armada dan mesin tempel yang memadai, sehingga bisa membantu dalam penertiban pelaku bom ikan” kata Safrudin.

Dukungan pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan terlebih dinas terkait.

Jika perlu kami mengusulkan untuk seluruh desa pesisir di Paleleh dan Paleleh Barat untuk mempersiapkan armada dan fasilitas pendukung lainnya, sehingga semua siap siaga dan sigap, jika terjadi pengejaran para pelaku pengeboman secara tiba-tiba” pungkas Ateng sapaan akrabnya. (arp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button