SUARAUTARA.COM, Bolmut – Merasa pihak dirugikan dalam pertandingan “Minanga Cup 2022”, Manager, Official, dan Tim Persitom FC melayangkan surat keberatan kepada panitia turnamen atas pertandingan antara PERSITOM FC melawan ALFARAYA FC yang digelar Senin 14 Maret 2022.
Surat keberetan itu dikarenakan Alfaraya FC telah melanggar hasil Technical Meeting panitia dan seluruh tim yang ada, dimana menurunkan 6 Transfer sekaligus pada pertandingan tersebut.

“Kami melayangkan surat keberatan ini, karena pertandingan yang tersaji pada Senin, 14 Maret 2022, Alfaraya FC terbukti telah memainkan pemain transfer sebanyak 6 pemain, dan ini nyata-nyata telah melanggar hasil keputusan TM, bahwa setiap tim yang lolos pada putaran ke 3 (10 besar), sampai ke final bisa mentransfer pemain sebanyak 5 pemain saja, dan apabila kedapatan ada tim yang memainkan lebih dari 5 pemain maka otomatis akan di diskualifikasi,” ungkap Abdullah Lauma didampingi Efendi Bolota dan Arman Pakaya, kepada suarautara.com.Senin (14/03/2022).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lauma menambahkan, bahwa kecurigaan Official Persitom pada saat babak pertama (45 menit) waktu normal Alfaraya FC memainkan 5 pemain transfer, namu sangat disayangkan setelah memasuki babak kedua, Pelatih Alfaraya FC menarik 1 pemain transfer kemudian memasukan lagi 1 pemain cadangan transfer juga, padahal atas kesepakatan yang di tanda tangani manager dan semua tim pada rapat TM, setiap tim bisa mentrasfer dan memaikan pemain transfer sebanyak 5 orang, dan apa bila pergantian pemain transfer maka yang di masukkan adalah pemain lokal sehingga pemain transfer tetap tercatat 5 yang di mainkan,” beber Lauma CS.
Berbeda halnya dengan Alfaraya FC, dimana saat babak pertama menurunkan seluruh kekuatan penuh pemain transfer sebanyak 5 orang, setelah babak kedua menarik 1 pemain transfer dan dimasukan pemain transfer juga sehingga terhitung Alfaraya telah memainkan 6 orang pemain transfer, hal demikian sangat nyata dan jelas telah melanggar hasil technical meeting yang menjadi rujukan dan dasar dalam pelaksanaan pertandingan sepak bola, bahkan sangat jelas dalam kesepakatan itu ketika tim melanggar kesepakatan ini maka tim tersebut di diskualifikasi dan keputusan ini berlaku final,” Tambah Mahendra Gani.
“ Maka berdasar inilah kami seluruh komponen Tim Persitom FC meminta kepada panitia turnamen Minaga Cup 2022 untuk tetap menegakkan keputusan bersama yang telah di tetapkan dalam rapat Technical Meeting, sehinga peristiwa ini tidak menjadi catatan buruk dalam persepakbolaan kita di Bolaang Mongondow Utara umumnya, dan desa Minanga khususnya,” sambung Efendi Bolota.
Laporan : Sakti Sarief Ponongoa
























