SUARAUTARA.COM, BOLMONG – Pemerintah kabupaten Bolmong langsung sigap ketika adanya laporan kejadian bencana alam diwilayah kabupaten Bolmong.
Hal ini dibuktikan dengan penjabat Bupati Bolmong Jusnan Mokoginta, langsung menurunkan instansi terkait untuk turun Memastikan bencana alam tersebut.
Tim Pemkab Bolmong yang dipimpin langsung kepala pelaksana BPBD Bolmong Sugiarto Banteng, Kadis Sosial Erni Mokoginta dan Asisten 1 Deker Rompas turun dilapangan meninjau lokasi banjir dan longsor.
Wilayah yang terdampak banjir dan longsor diantaranya
1. Kec. Dumoga
– Desa Toruakat
– Desa Pusian
2. Kec. Dumoga Timur
– Kel. Imandi
– Desa Tonom
– Desa Mogoyunggung
– Desa Mogoyunggung I
– Desa Mogoyunggung II
3. Kec. Lolayan
– Desa Tanoyan Utara
– Desa Tanoyan Selatan
– Desa Mengkang
– Desa Mopusi
– Desa Kopandakan II
– Desa Bakan
– Desa Mopait
– Tungoi I
Kepala pelaksana BPBD Bolmong Sugiarto Banteng mengungkapkan banjir dan longsor ini terjadi karena akibat cuaca ekstrem hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di sejumlah titik Wilayah kabupaten Bolmong. Sejak hari Senin malam tanggal 12 Agustus hingga kemarin.
Akibatnya kata Banteng, kapasitas atau debit air sungai meluap dan merendam pemukiman masyarakat serta terjadi beberapa titik longsor pada ruas jalan Matali Baru – Torosik.
“Alhamdulillah sampai hari ini belum ada laporan tentang korban jiwa,” ungkapnya.
Ia mengatakan akibat dampak banjir dan longsor tersebut beberapa fasilitas umum seperti 2 Jembatan putus yang berada di desa Mengkang, 1 Jembatan terancam Putus Akses penghubung Desa Bakan Desa Tanoyan Utara, 1 Unit Rumah Papan Hanyut Di Desa Bakan, Jalan Penghubung kabupaten Bolmong dan Bolmong Selatan Via Ruas Jalan Matali Baru – Torosik tertutup material longsor/amblas dan tidak bisa dilalui semua jenis kendaraan.
Selanjutnya fasilitas pendidikan Fasilitas Pendidikan yakni
1. Gedung (RKB) SDN 3 Tanoyan terendam.
2. Gedung (RKB) SMP Negeri 2 Lolayan terendam
3. Gedung (RKB) SDN 2 Tungoi terendam
3️⃣ Pemukiman Warga
Kecamatan Lolayan
1. Desa Bakan (Dalam Pendataan)
2. Desa Tanoyan Utara (Dalam Pendataan)
3. Desa Tanoyan Selatan (Dalam Pendataan)
4. Desa Mopusi (Luapan sungai hanya menggenangi halaman rumah)
5. Desa Mengkang (Dalam Pendataan)
6. Desa Kopandakan 2 (43 Rumah/43 KK/168 Jiwa – Mengungsi)
7. Desa Mopait (13 Rumah/13 KK/51 Jiwa)
8. Desa Tungoi I (35 Rumah/31 KK/105 jiwa
Kecamatan Dumoga
1. Desa Toruakat (Dalam Pendataan)
2. Desa Pusian (Dalam Pendataan
Kecamatan Dumoga Timur
1. Kelurahan Imandi (Dalam Pendataan)
2. Desa Mogoyunggung (20 Rmh/20 KK/65 Jiwa)
3. Desa Mogoyunggung I (228 rmh/243 KK/637 Jiwa)
4. Desa Mogoyunggung II (111 rmh/134 KK/327 Jiwa)
5. Desa Tonom (179 rmh/197 KK/671 jiwa)
Pemkab Bolmong sendiri kata dia, lakukan upaya ketika menerima laporan dan informasi dari pemerintah setempat serta masyarakat melalui Contact Center Pusdalops-PB. BPBD langsung menurunkan Personil TRC-PB dan berkoordinasi dengan Instansi terkait untuk melakukan kaji cepat di wilayah terdampak.
“Bantuan Logistik untuk masyarakat dalam bentuk Tikar dan selimut untuk pengungsi dan Air bersih untuk masyarakat serta bantuan lainnya dalam persiapan oleh BPBD dan Dinsos,” ungkap Sugiarto.
Meski begitu, sampai saat ini kondisi terakhir banjir mulai berangsur surut, kondisi cuaca masih mendung dan berpotensi hujan, Hingga saat ini Terdapat 43 KK / 168 Jiwa warga Desa Kopandakan II mengungsi di Gudang Faninda Jaya Meubel.
Untuk kendala dilapangan diantaranya
– Cakupan wilayah bencana banjir yg luas dan kondisi cuaca yg masih ekstrem.
– Jarak tempuh antar kecamatan wilayah Desa terdampak yg berjauhan.
– Sampai Pkl. 17.30 Wita, kondisi debit air yg merendam rumah warga masih tinggi.
– Akses menuju Lokasi longsor terkendala cuaca.
Sementara kebutuhan mendesak seperti Makanan siap saji, Perlengkapan Tidur dan Alat Berat Excavator. (Yono).



















