Suarautara.com, Banggai – Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ).
Menggelar Pelatihan Dasar Bencana bertema “ Belajar Sekarang, Tangguh Saat Bencana Datang, kegiatan berlangsung pada 24–29 November 2025 di Hotel Shantika.
Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Kepala BPBD Banggai, Fery Sujarman, SH., S.Pd., M.H., didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banggai, Muh.Oksatiawan, S.SE.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir Komandan Pos SAR Luwuk, Liberatus Fahongoi, SH, narasumber dari BNPB Pusat, serta peserta dari berbagai organisasi, Basarnas, BPBD Banggai, dan masyarakat peduli kebencanaan.
Dalam sambutannya, Kaban BPBD Banggai menyampaikan bahwa bencana yang terjadi di Indonesia memberikan banyak pembelajaran, khususnya terkait pentingnya pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Banyaknya korban jiwa dan harta benda seringkali dipicu oleh kurangnya pengetahuan dan ketidaksiapan masyarakat dalam mengantisipasi bencana,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa bencana besar seperti gempa bumi dan tsunami Aceh Nias pada tahun 2004 telah mengubah paradigma manajemen bencana, dari yang sebelumnya fokus pada tanggap darurat, kini bergeser ke pencegahan dan pengurangan risiko bencana (PRB).
Kaban BPBD menegaskan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana di Indonesia telah diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2007, serta berbagai peraturan pemerintah dan peraturan daerah, termasuk Perda Kabupaten Banggai Nomor 5 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Daerah.
Pemahaman manajemen penanggulangan bencana menjadi dasar dalam mengembangkan upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Banggai,” tegasnya.
Pada sesi istirahat, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banggai, Muh. Oksatiawan, S.SE, menyampaikan kepada awak media bahwa kegiatan pelatihan seperti ini penting untuk terus dilakukan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat, kapasitas meningkat maka kerentanan menurun manusia harus dilatih agar siap menghadapi bencana,” jelas Oksa.
Ia menjelaskan bahwa peserta juga mengikuti proses evaluasi, mulai dari pretest hingga penilaian akhir yang dilakukan oleh evaluator terlatih, bekerja sama dengan Pusdiklat dan LAN RI.
Nantinya peserta akan mendapat penilaian, apakah masuk kategori memuaskan hingga yang paling tinggi.
Semua melalui proses pembelajaran dan evaluasi yang terukur,” pungkasnya.
Pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Banggai serta meningkatkan kemampuan para peserta dalam merespons berbagai potensi bencana di daerah.
Dengan pembekalan pengetahuan yang memadai, BPBD Banggai optimistis dapat menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana.( AM’oks69 )





















