SUARAUTARA, Botim – Pembangunan saliran Drainase yang barada di desa Liberia, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mogondow Timur (Boltim), diduga asal jadi.
Pasalnya, banyak warga setempat mengeluh dan merasa kecewa dengan hasil pekerjaan yang terkesan asal jadi dan tak memenuhi standar yang layak untuk sebuah pekerjaan saluran Drainase.
Diketahui, pembangunan saluram Drainase memiliki peranan penting di kawasan berpenghuni. Tujuanya mengantisipasi adanya bencana alam berupa Banjir, serta mengendalikan permukaan air tanah, erosi tanah, dan mencegah kerusakan jalan dan bangunan yang ada, dan itu semua dapat terwujud apabila pengerjaanya sesuai dengan harapan dan ketentuan standar konstruksi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagaimana pantauan awak media ini saat bersua dengan beberapa masyarakat yang sempat melintas pada pekerjaan Drainase tersebut, Jumat (28/4/2023), menyampaikan.” Alhamdulilah” pemerintah desa Liberia telah mengerjakaan pembangunan drainase di jalan perkuburan ini, tapi kayaknya kualitas pekerjaan ini kurang enak di pandang.” ungkap warga yang melintas
Selain itu juga, dari pantaun awak media, Papan proyek yang terpasang juga terlihat ada kejangalan yaitu batas waktu pelaksaan yang tidak di tuangkan dalam papan informasi tersebut. Padahal, jika dituangkan dalam papan proyek soal waktu pekerjaan, maka masyarakat dan pekerja dapat mengetahui berapa bulan masa pekerjaan dan tidak akan bertanya – tanya.
Pj kepala desa Liberia Dedik Reso, S,Pd saat dikonfirmasi lewat Via Sellurer mengatakan, masa pekerjaanya Drainase itu selama tiga bulan,” masa waktu pelaksanaan 90 hari kalender,” Katanya.
Diketahui yang tertuang dalam papan informasi bahwa pekerjaan Drainase terletak di Dusun 1, volemenya sekitar 177 Meter dengan total anggaran Rp.110 180.176 yang bersumber dana desa tahun 2023. (Kaffi)

























