Pawai Budaya HUT ke-184 Desa Ngabab Sedot Ribuan Warga, Tradisi “Pecah Cikal” Perkuat Wisata Budaya Malang

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang, suarautara.com – Ribuan warga memadati pusat Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, saat pelaksanaan Pawai Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-184 Desa Ngabab, Senin (1/6/2026). Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan kuatnya daya tarik tradisi budaya yang selama ini menjadi identitas desa sekaligus potensi wisata budaya di Kabupaten Malang.

 

Sepanjang jalur pawai, berbagai kesenian tradisional, adat istiadat, dan potensi lokal ditampilkan oleh masyarakat. Arak-arakan budaya tersebut menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan dalam rangkaian perayaan tahunan yang dikenal sebagai tradisi Bersih Desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Selain pawai budaya, masyarakat juga menggelar Upacara Adat Pecah Cikal yang sarat nilai sejarah dan filosofi. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap asal-usul Desa Ngabab sekaligus bentuk rasa syukur atas keberkahan yang diterima masyarakat dari sektor pertanian dan peternakan yang menjadi penopang utama perekonomian warga.

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai pelestarian budaya yang dilakukan masyarakat Desa Ngabab menjadi contoh bagaimana tradisi lokal dapat tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

“Ini merupakan bukti nyata semangat masyarakat dalam membangun desa yang maju, harmonis, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujar Lathifah.

Menurutnya, tradisi budaya tidak hanya memiliki fungsi sosial dan edukatif, tetapi juga dapat menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. Desa Ngabab dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu tujuan wisata budaya yang mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah.

Lathifah menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan budaya menjadi faktor penting untuk memastikan warisan leluhur tetap terjaga. Melalui kegiatan seperti pawai budaya dan upacara adat, nilai-nilai kebersamaan serta kecintaan terhadap budaya daerah dapat terus diwariskan.

“Budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.

Ketua panitia menjelaskan peringatan HUT ke-184 Desa Ngabab tahun ini mengusung tema “Harmoni Nyawiji Hanggayokapti” yang bermakna keselarasan, persatuan, serta upaya bersama untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

Tema tersebut menjadi refleksi semangat warga dalam membangun desa melalui berbagai sektor, mulai dari pelestarian budaya, penguatan pendidikan, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga menjaga kerukunan sosial.

Perayaan tahun ini juga menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat. Seluruh kegiatan terlaksana secara swadaya dengan dukungan warga dari berbagai lingkungan, donatur, dan sponsor yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya lokal.

Perwakilan panitia, Anang Wahyudi, menyebut gotong royong menjadi kunci utama suksesnya penyelenggaraan kegiatan. Menurutnya, masyarakat memiliki kesadaran kuat untuk menjaga tradisi yang telah diwariskan turun-temurun.

“Melalui kegiatan adat yang kami sebut Pecah Cikal, yang bermakna asal-usul atau cikal bakal Desa Ngabab, kami berupaya menjaga dan meneruskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya,” ungkap Anang.

Rangkaian HUT ke-184 Desa Ngabab masih akan berlangsung hingga 8 Juni 2026.

Selain menjadi momentum perayaan hari jadi desa, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pengembangan wisata budaya yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. (**)

 

Reporter: Ahmad Suseno.

Berita Terkait

Perkuat Karakter ASN, Pemda Buol Gandeng MUI Gelar Zikir dan Doa Bersama di Masjid Agung
Persiapan POPDA XXIV Sulteng 2026 di Buol Memasuki Tahap Akhir
Dua Warga Bondowoso Bawa Sajam, Polres Situbondo Menangkap dan Tetapkan Sebagai Tersangka
BPBD Buol Salurkan Bantuan Logistik untuk Terdampak Gempa di Desa Busak Satu
Dandim Situbondo Bersama Ratusan Personil Ikuti Apel Gerakan “Situbondo Adenden”
Insterupsi Camat Pagimana Picu Ketegangan Asisten I Setdakab Banggai Mujiono Perintahkan Keluar dari Ruang Rapat Kajari Akbar Redam Situasi
Kadis TPHP Banggai Subhan Lanusi Sinkronkan Program Strategis Kementan Bersama Tim CWS
Dandim 1308/LB Letkol Inf Cepi Kartiwa Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih Aramco Akses Warga Obo Balingara Kini Lebih Mudah

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:10 WITA

Perkuat Karakter ASN, Pemda Buol Gandeng MUI Gelar Zikir dan Doa Bersama di Masjid Agung

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:09 WITA

Persiapan POPDA XXIV Sulteng 2026 di Buol Memasuki Tahap Akhir

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:24 WITA

Dua Warga Bondowoso Bawa Sajam, Polres Situbondo Menangkap dan Tetapkan Sebagai Tersangka

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:47 WITA

BPBD Buol Salurkan Bantuan Logistik untuk Terdampak Gempa di Desa Busak Satu

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:13 WITA

Insterupsi Camat Pagimana Picu Ketegangan Asisten I Setdakab Banggai Mujiono Perintahkan Keluar dari Ruang Rapat Kajari Akbar Redam Situasi

Berita Terbaru