SUARAUTARA.COM, Buol – Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan dan merupakan salah satu makanan pokok yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Pemerintah daerah Kabupaten Buol Sulawesi Tengah (Sulteng), produksi jagung pada tahun 2020 sebanyak 85.588 ton dengan luas area tanam mencapai 17.318 hektare.
Salah satu daerah di Kabupaten Buol yang menjadi ladang pertanian jagung terbesar yaitu Desa Domag Mekar yang berada di Kecamatan Bunobogu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Besarnya produksi jagung, tentu saja berbanding lurus dengan limbah yang dihasilkan.
Salah satu limbah yang dihasilkan yaitu berupa tongkol Jagung.
Umumnya, tongkol Jagung itu dijadikan sebagai bahan pakan ternak.
Atas dasar hal tersebut, Mahasiswa KKN Tematik UNG Tahun 2022 yang ditempatkan di Desa Domag Mekar Kecamatan Nunobogu mencoba melakukan sebuah terobosan baru.
Dengan membawa tema program “Inovasi Pengembangan Limbah Jagung Berbasis Nilai Tambah Ekonomi Dan Sosialisasi Penggunaan Mini E-Commerce”, para Mahasiswa KKN Tematik UNG, Momon Sabuati beroleh mencoba untuk merubah pola pikir masyarakat.
Dimana yang pada umumnya limbah tongkol Jagung hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak atau dibuang begitu saja, maka para Mahasiswa KKN Tematik UNG di Desa Domag Mekar membuat sebuah ide agar limbah tongkol jagung dapat dimanfaatkan menjadi bahan kreativitas berupa kerajinan tangan, seperti lampu hias atau lampion. Momon Sabuati selaku Koordinator Desa mengungkapkan,
“Persentase petani jagung di Desa Domag Mekar ini saya perhatikan lebih dari 50% bekerja sebagai petani jagung dan biasanya limbah tongkol jagung tersebut hanya diberikan sebagai makanan ternak bahkan ada yang hanya dibakar. Oleh karena itu, kami dari Mahasiswa KKN Tematik UNG dengan membawa tema Inovasi Pengembangan Limbah, mencoba untuk membuat sebuah gagasan baru agar dimana limbah tongkol jagung ini bisa lebih bermanfaat dan bahkan menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.” Beber Momon Sabuati.

sementara itu, Kepala Desa Domag Mekar, Moh. Iksan, S.H., M.H. menuturkan, bahwa ia sangat menyambut baik ide yang digagas oleh para mahasiswa.
Beliau pun menambahkan, pihak Desa akan terus membantu untuk mengatasi hal-hal yang nantinya menjadi hambatan, misalnya dalam pengumpulan limbah tongkol jagung.
Agustinus Moonti, S.E., M.M., Echan Adam, S.E., M.M, dan Indhitya R. Padiku, S.Kom., M.Kom., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) bersama Ketua KKIG Buol, dan Ketua AMIK YBBM Buol, Jefri Hamsa Moonti,S.Sos sama-sama berharap agar nantinya Inovasi dari adik-adik Mahasiswa KKN Tematik UNG ini dapat diterima, baik oleh Pemerintah Desa maupun masyarakat yang ada di desa Domag Mekar.
” Luar biasa apa yang dilakukan para Mahasiswa KKNT ini. Dan kami berharap suatu saat nanti dapat menjadi sebuah ciri khas atau icon dari Desa Domag Mekar itu sendiri” tukas JHM sapaan akrabnya.
Ruslan Panigoro






















