Suarautara.com, Banggai – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai sukses menyelenggarakan Pelatihan Dasar Bencana bertema “Belajar Sekarang, Tangguh Saat Bencana Datang.”
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, dimulai pada 24 November 2025 dan resmi ditutup pada 29 November 2025 di Hotel Shantika Luwuk.
Penutupan kegiatan dilakukan secara virtual melalui Zoom oleh Dr. Kheriawan, MM, Kepala Pusdiklat Penanggulangan Bencana BNPB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir pada penutupan kegiatan, Kepala BPBD Banggai Fery Sujarman, SH., S.Pd., M.H, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banggai Muh. Oksatiawan, S.SE, narasumber BNPB Jajad Suarjat, S.Pd, M.Si (Han), Komandan Pos SAR Luwuk Liberatus Fahongoi, SH, serta para peserta dari BPBD dan Basarnas dan FPRB.
Dalam sambutannya, Kaban BPBD Banggai Fery Sujarman mengucapkan terima kasih kepada BNPB pusat atas kerja sama yang baik sehingga pelatihan dapat berjalan lancar dan mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta.
Fery menegaskan bahwa pengalaman bencana yang terjadi di Indonesia memberikan banyak pembelajaran penting, terutama mengenai pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di daerah rawan seperti Banggai.
Sementara itu, Dr. Kheriawan, MM dalam sambutan menyampaikan bahwa pelatihan dasar bencana merupakan langkah awal dalam pengurangan risiko bencana.
Ia berharap peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini penting untuk dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan.
Contohnya, di Jawa Barat ada komunitas pencinta sungai yang berperan penting mengurangi risiko banjir dengan mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah di sungai,” ujarnya.
Kepala Pusdiklat BNPB itu juga mengapresiasi langkah BPBD Banggai melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Muh. Oksatiawan, S.SE, yang telah menginisiasi pelatihan ini.
Menurutnya, kegiatan semacam ini wajib dilakukan mengingat Kabupaten Banggai merupakan wilayah dengan potensi rawan banjir dan longsor akibat rendahnya kesadaran menjaga lingkungan.
Di akhir sambutannya, Dr. Kheriawan menegaskan bahwa seluruh peserta akan memperoleh sertifikat resmi dari BNPB pusat.
Sertifikat ini diharapkan menjadi bekal agar peserta dapat mewakili BPBD dalam kegiatan sosialisasi kebencanaan di masyarakat.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, BPBD Banggai berharap semakin banyak aparatur dan relawan yang memiliki kemampuan tanggap darurat, sehingga masyarakat dapat lebih siap dan tangguh saat bencana datang.( AM’oks69 )





















