SUARAUTARA.COM, BUOL – Sektor Pariwisata saat ini menjadi Primadona, di desa maupun di kota. Negara pun melirik sektor ini sebagai penghasil pendapatan negara. Maka, tak heran jika saat ini pemerintah mengembangkan kawasan-kawasan pariwisata.
Sebab itu pemerintah berupaya dengan berbagai cara untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata. Salah satunya dengan menggencarkan pembangunan desa wisata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Desa Lilito yang ada di kecamatan Paleleh Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, merupakan salah satu desa wisata yang dilirik oleh Investor Asing karena keindahan dan keelokan pantai pasir putih yang tak ada bandingnya dengan desa lain.
Kerena, selain memiliki keindahan pantainya, Lilito menjadi desa yang menjadi perkembangbiakan hewan burung maleo, spot dermaga dan kawasan pantai yang berbentuk teluk itu, menjadikan keunggulan dibading desa wisata lainnya.

Beberapa faktor keunggulannya diantaranya, di lokasi wisata pantai telah dijadikan spot paralayang sehingga hamparan pasir putihnya menjadi spot mendarat bagi para layang yang ada. Terdapat juga Gazebo dan Cotages yang sudah terbangun lebih dulu, dan pemukiman warga yang mendiami pantai Lilito dengan menjual berbagai produk makanan lokal yang dikelolah langsung oleh UMKM melalui BUMDES.
“Alhamdulillah desa Lilito menjadi perhatian nasional bahkan mancanegara. keindahan desa wisata ini merupakan karunia tuhan untuk masyarakat Lilito. kedepan jika pihak investor akan menginfestasikan dana untuk pengembangan kawasan wisata desa Lilito, maka semua ini adalah untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakat. Tentu sebagai pemerintah, kami akan mempersiapkan segala bentuk kebutuhan dokumen-dokumen dan lahan yang nanti akan dikelolah.” ungkan Kades Lilito, Samerdan Manggi, SE, kepada suarautara.com, Rabu (31/5/2023).
Meskipun begitu, Samerdan menjelaskan saat ini masih dalam tahapan persiapan administrasi, sehingga dirinya belum bisa menjelaskan persoalan investasi untuk kawasan desa Wisata ini terperinci, sebab belum ada MOU atau kesepakatan kerjasama dengan pihak investor yang di fasilitasi team pemerintah daerah dan provinsi, kecamatan serta dinas terkait Dinas Pariwisata.
” Jika hal ini berjalan sesuai rencana dan presentase yang sudah dilakukan oleh pemdes, maka ada banyak rencana yang akan dibangun yang berhubungan dengan wisata, termasuk prasarana yang menunjang kegiatan wisatawan, akses jalan masuk yang nantinya dibuat 2 jalur, yakni jalur masuk dan jalur keluar dengan lebar jalan kurang lebih 6 meter dan beberapa fasilitas lainnya,” beber Samerdan.
Pria berkacamata itupun menambahkan, dimana semua yang dibangun dalam wilayah wisata itu, nantinya akan menjadi aset milik desa, dan semua pekerjaan untuk dananya full untuk mendanai pekerjaan tersebut.
” mari kita do’akan bersama agar rencana kerjsama ini akan terwujud, itupun jika tahapan pemenuhan syarat administrasi rampun dan lengkap, maka tahapan selanjutnya akan berjalan,” tandasnya.
Samerdan Manggi pun berharap semoga dengan adanya kerjasama ini bisa terwujud menjadikan desa wisata Lilito sebagai destinasi wisata dunia, sehingga memberikan efek dan peningkatan kepada desa dan daerah serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat.
Untuk dikatahui pihak investor internasional yang nantinya akan mengivestasikan dana hibahnya untuk pengembangan kawasan wisata ini yakni dari Qatar Investment Authoroty, Abu Dhabi Investment Authority, Siemen Energy, Yala Group, New development Bank (BRISC Group), Hijau Group Indonesia sebagai pelaksana dan progres pembangunan yang rencananya akan dimulai pada tahun 2024 hingga 2028 nanti.
Penulis : Ruslan Uchan
























