Suarautara.com, Banggai – Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) dari Universitas Tompotika (Untika) Luwuk menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Adipura, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (22/10/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah pusat dan daerah, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pendidikan dan kesehatan gratis, pengusutan dugaan korupsi anggaran negara, hingga penyelamatan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
Melalui orasi dan poster tuntutan, mahasiswa mendesak Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar mengambil langkah serius dalam menangani persoalan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Massa menilai kebakaran hutan dan lahan yang disertai kabut asap berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, terutama warga yang terpapar asap dan mengalami gangguan pernapasan.
Tak hanya itu mereka juga meminta pemerintah menetapkan karhutla di Kalimantan, Papua, dan Sumatra sebagai bencana nasional, sekaligus menjamin pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak.
Aksi tersebut mendapat pengawalan aparat Polresta Banggai yang dipimpin Kapolresta Banggai Kombes Pol Hendri Yulianto, S.H., M.H. Turut mendampingi Kabagops Kompol Zulkifli, Kasat Intelkam AKP Usman, S.H., dan Kapolsek Kota AKP Asdar bersama personel kepolisian lainnya.
Dalam penyampaian aspirasinya, mahasiswa juga menyoroti pentingnya akses pendidikan dan pelayanan kesehatan yang terjangkau serta dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Mereka mendesak pemerintah memastikan pendidikan gratis yang ilmiah, demokratis, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Massa juga menolak komersialisasi pendidikan yang dinilai berpotensi membatasi akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.
Selain itu, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjadi perhatian dalam orasi mahasiswa.
Mereka meminta program tersebut dijalankan secara bertanggung jawab, dengan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan, keamanan pangan, serta transparansi penggunaan anggaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat penerima.
Mahasiswa juga mendesak agar dugaan korupsi dan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diusut secara tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Persoalan lingkungan menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi tersebut.
Selain mendesak penanganan karhutla, mahasiswa meminta Pemerintah Kabupaten Banggai membuka informasi secara transparan terkait penanganan dugaan pencemaran lingkungan di daerah.
Mereka mendorong pemerintah mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas pelanggaran lingkungan, dengan tetap mengacu pada hasil pemeriksaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Bagi massa aksi, persoalan lingkungan berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, penanganannya dinilai perlu dilakukan secara terbuka, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Selain isu lingkungan, ketersediaan air bersih juga menjadi tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut.
Massa mendesak pemerintah daerah mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan akses air bersih serta memastikan distribusinya berlangsung adil bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menurut tuntutan yang disuarakan, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus menjadi prioritas pelayanan publik, bukan sekadar bagian dari agenda pembangunan.
Mahasiswa berharap pemerintah pusat maupun daerah memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses pendidikan, kesehatan, lingkungan yang sehat, dan ketersediaan air bersih.
Selanjutnya dalam mengakhiri aksi dan korlap dalam orasinya, massa kembali menegaskan tuntutan mereka agar pemerintah segera mengambil langkah nyata dalam menjawab persoalan yang disampaikan.
“Kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak, pendidikan gratis, selamatkan lingkungan, dan air bersih untuk rakyat,” menjadi pesan utama yang disuarakan dalam aksi di kawasan Tugu Adipura tersebut.
Sehingga melalui aksi ini aksi ini, SMI Untika Luwuk berharap aspirasi mahasiswa mendapat perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui kebijakan yang transparan, bertanggung jawab, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Adapun tanggapan resmi pemerintah terkait tuntutan mahasiswa belum tercantum dalam bahan pemberitaan yang tersedia.(AM’oks69).









