Oleh : Suryadi / Wartawan Senior
Secara sederhana bahwa kecerdasan spiritual pada prinsipnya adalah kemampuan manusia senantiasa merawat dan meningkatkan kebersihan hatinya. Sedangkan hati adalah sumber kebaikan dan kebajikan.
Hati yang bersih laksana cermin mampu membedakan warna hitam dan putih kehidupan. Hitam putih itu kehidupan dan seringkali menjadi kabur akibat manusia tidak mampu merawat hatinya dengan baik. Hatinya menjadi gelap karena selalu meremehkan dosa dosa kecil, padahal yang kecil itu kalau besar akan menutupi seluruh permukaan cermin. Jika cermin itu telah pekat Oleh dosa dosa kecil, maka manusia akan kehilangan arah. Biasanya manusia akan cenderung menjalankan kehidupan ini dengan berpegangan pada nafsunya semata, padahal Rasulullah mempetingatkan bahwa nafsu cenderung mengarahkan manusia pada hal keburukan.
Sementara itu, hati yang bersih Akan menuntun manusia untuk menemukan kesejatian dirinya. Itulah seseorang telah memahami dengan baik siapa dirinya, datang dari mana, siapa yang menciptakan, dan memahami pula arah tujuan hidupnya. Untuk apa dirinya dilahirkan di dunia ini, dan setelah kematian menjemputnya siapakah Dzat yang akan ditujunya.
Maka menjadi tidak penting lagi semua kekayaan, jabatan,prestasi juga prestise duniawi itu apabila manusia sudah menemukan kesejatian dirinya. Hati yang bersih akan mampu melihat dan merasakan bahwa kehidupan ini adalah fana, hanya kesementaraan belaka. Dengan demikian, apakah dunia ini tidak menjadi pending lagi artinya?. Tentu saja tidak demikian. Akherat itu hanya bisa kita capai setelah kita melalui perjalanan hidup di dunia ini. Tetapi betapapun indahnya dunia ini, pada saatnya kita Alan meninggalkan dunia ini. Sebab Allah sudah menjanjikan, bahwa akherat itu jauh lebih kekal dan lebih indah jika dibandingkan dunia ini.
Kecerdasan spiritual merupakan Janus global untuk mengatasi ragam persoalan kehidupan.Seperti sebuah hadist memaparkan, bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal daging, dan jika daging itu baik maka baiklah manusia itu. Sebaliknya, jika daging itu rusak, maka rusaklah kehidupannya. Perlu diketahu, bahwa daging itu adalah hati !










