Oleh: SURYADI
Pemimpin bukan bukan sebatas sebagai jabatan yang legal formal, sah secara yuridis dan sebagainya, tetapi pemimpin itu merujuk pada sikap dan perilaku yang bermuara pada keteladanan.
Kepemimpinan itu bersemayam di dalam sikap dan perilaku.
Sedangkan sikap dan perilaku itu berurat akar pada hati nurani seseorang. Kendatipun seseorang itu tidak memiliki jabatan terpandang, ia bisa menjadi pemimpim yang disegani. Sebaliknya, seorang pejabat tinggi sekalipun akan menjadi bahan olok-olokan masyarakat apabila sikap dan perilakunya tidak mencerminkan sosok yang pantas diteladani.
Kalau kita simak di media massa akhir-akhir ini banyak ditemui pejabat yang sesungguhnya tidak pantas menyandang gelar sebagai pemimpin.
[27/9, 14.41] suryadi Ndikarem: Belakangan ini tidak dapat dipungkiri lagi, masyarakat mendambakan pemimpin yang amanah. Seorang pemimpin yang lahir batinnya benar-benar menjadi kaca benggala bagi masyarakatnya. Pemimpin yang bekerja tidak hanya berdasarkan gaji dan pangkat, namun berkisar pada jiwa kepemimpinannya. Ia memiliki semua yang dibutuhkan bagi seorang pemimpin berupa keteladanan, kecerdasan, kesabaran, ketelatenan, dan ketaqwaan. Ia menganggap dirinya orang yang wajib memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Banyak pemimpin yang gagal karena ia mengabaikan hal hal sepele seperti di atas tadi. Menurut hemat penulis, apa yang dipandang sepele tadi sesungguhnya merupakan modal mendasar yang wajib dimiliki oleh setiap pemimpin. Mari kita lihat faktanya, bukannya banyak sekali orang yang bersusah payah bahkan dengan menghalalkan cara untuk menjadi penjabat. Padahal pada kenyataannya orang tersebut tidak pantas untuk memangku jabatan tersebut karena sikap dan perilakunya tidak baik.
[27/9, 14.42] suryadi Ndikarem: Penulis berpesan kepada kalangan pembaca, bahwa kepempinan itu adalah refleksi atas citra kemanusiaan sebagai khalifah di muka bumi ini. Sebagai seorang khalifah, tentu saja kita wajib menanamkan ruh kemanusiaan itu yang elemennya banyak sekali diterangkan di dalam Al Qur’an dan Hadist.
Pembaca yang budiman, tulisan ini mencoba untuk menjabarkan secara sederhana elemen-elemen mendasar tentang makna kepemimpinan. Seperti disinggung di atas, hal-hal sepele yang kasat mata sering kita abaikan, padahal di sana kita akan menemukan mutiara hikmah yang sangat dalam maknanya. Semoga tulisan ini bermanfaat !.



















