Suarautara.com, Banggai – Sebanyak 62 personel Polresta Banggai bersama Polsek Kota diterjunkan untuk mengamankan aksi “Seribu Lilin” yang digelar Aliansi Untika Melawan,Kegiatan di laksakan di Tugu Adipura pada senin, 7 September 2026
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan dan refleksi atas meninggalnya aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib, sekaligus mengenang almarhum Bambang Setiawan.
Kapolresta Banggai Kombes Pol Hendri Yulianto, S.I.K., M.H., memerintahkan Kapolsek Kota AKP Muh. Asar, S.H., selaku koordinator wilayah, bersama Kasat Intelkam Polresta Banggai AKP Usman, S.H., untuk mengoordinasikan pengamanan kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar 60 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Untika Melawan mengikuti aksi tersebut. Kegiatan diisi dengan penyalaan lilin dan refleksi sebagai bentuk kepedulian terhadap perjuangan aktivis serta penghormatan terhadap mereka yang telah meninggal dunia.
Koordinator aksi, Choirul Akhyar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan demokrasi, penegakan HAM, serta perjuangan para aktivis.
Dalam aksi tersebut, massa juga meminta pihak terkait terus mengusut dan mencari aktor intelektual yang diduga berada di balik meninggalnya Bambang Setiawan.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polresta Banggai AKP Usman bersama jajarannya tampak berada di sekitar lokasi untuk memantau jalannya aksi. Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif guna memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib.
Peringatan terhadap Munir setiap September menjadi momentum refleksi bagi masyarakat sipil dan mahasiswa untuk kembali mengingat perjuangan aktivis HAM serta mendorong pengungkapan kasus-kasus pelanggaran HAM.
Peringatan tersebut memasuki 22 tahun sejak Munir Said Thalib meninggal dunia. Aksi penyalaan lilin dan berbagai kegiatan refleksi kerap digelar sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat agar penegakan hukum dan pengungkapan kasus tersebut terus diperjuangkan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi terpantau aman, kondusif, dan tertib. Setelah menyampaikan seluruh aspirasi, massa aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke Sekretariat Aliansi Untika Melawan di lingkungan Kampus Universitas Tompotika (Untika) Luwuk.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara damai, tanpa mengganggu ketertiban masyarakat.(AM’oks69).

























