SuaraUtara.com, Buol – Pemerintahan yang bersih tidak lahir dari slogan. Ia dibangun dari keberanian menjaga integritas, keterbukaan dalam bekerja, serta komitmen untuk menutup ruang bagi praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan.
Semangat itulah yang kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Buol melalui dukungan terhadap Program Pariwara Antikorupsi 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi sekaligus membangun kesadaran antikorupsi hingga ke seluruh pelosok daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, MM bersama Wakil Bupati Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, SH., MH menjadi representasi komitmen pemerintah daerah dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan berintegritas.
Bagi Pemkab Buol, perang terhadap korupsi tidak semata-mata berbicara tentang penindakan ketika pelanggaran telah terjadi. Jauh lebih penting adalah membangun sistem pencegahan dan menanamkan nilai integritas sejak pelaksanaan tugas pemerintahan.
Pesan “Menuju Buol Hebat Berintegritas” pun menjadi bagian dari kampanye yang mengajak seluruh elemen daerah untuk bersama-sama menjaga pemerintahan dari praktik korupsi, kolusi maupun penyalahgunaan kewenangan.
Integritas menjadi semakin penting ketika berbicara tentang pembangunan. Setiap rupiah anggaran yang dikelola pemerintah harus bermuara pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Karena itu, tata kelola pemerintahan yang baik bukan hanya persoalan administrasi. Di dalamnya terdapat tanggung jawab moral untuk memastikan kebijakan, pelayanan publik dan pembangunan dilaksanakan secara akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Melalui Pariwara Antikorupsi 2026, Pemkab Buol mendorong agar nilai-nilai antikorupsi tidak berhenti sebagai pesan kampanye atau slogan di ruang publik.
Nilai tersebut harus hadir dalam tindakan nyata: dalam pelayanan kepada masyarakat, pengelolaan anggaran, pengambilan keputusan hingga pelaksanaan setiap program pembangunan daerah.
Sebab, pemerintahan yang berintegritas pada akhirnya bukan hanya diukur dari seberapa banyak program yang dikerjakan, tetapi juga dari seberapa bersih prosesnya dan seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat.
Dengan kolaborasi pemerintah dan masyarakat, semangat “Menuju Buol Hebat Berintegritas” diharapkan menjadi budaya bersama untuk memperkuat pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel dan berpihak pada kepentingan rakyat. ***

























