SUARAUTARA.COM, TOJO UNA-UNA – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir ditunjukkan ibu-ibu Desa Cempa, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, melalui aksi penanaman mangrove pada 8 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan sosial “Perisai Mangrove” yang berkolaborasi dengan Karsa Institute serta kelompok perempuan setempat, yakni Kelompok Usaha Ekonomi Perempuan (KUEP) Vatumule’e dan KUEP Karang Laut.
Aksi penanaman mangrove ini turut dihadiri Bupati Tojo Una-Una Ilham, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Tojo Una-Una Gusnar A. Sulaiman, Sekretaris Daerah Alfian Matajeng, S.Pd., M.A.P., serta Kepala Dinas Perhubungan Arman K. Tambilalo, S.Pi., M.A.P.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanaman mangrove menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir sekaligus memperkuat perlindungan lingkungan.
Keterlibatan kelompok perempuan melalui KUEP Vatumule’e dan KUEP Karang Laut menunjukkan bahwa masyarakat desa memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Keberadaan tanaman ini membantu mencegah abrasi, melindungi garis pantai, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut.
Selain fungsi ekologis, kawasan mangrove juga memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat pesisir. Ekosistem ini menjadi tempat berkembangnya berbagai jenis biota laut dan dapat mendukung keberlanjutan sumber daya pesisir apabila dijaga dengan baik.
Gerakan “Perisai Mangrove” diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan terhadap tanaman yang telah ditanam. Dengan demikian, mangrove yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Bupati Ilham mengapresiasi semangat ibu-ibu Desa Cempa yang turut mengambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Terima kasih kepada ibu-ibu Desa Cempa atas semangat dan aksinya. Mari bersama kita rawat bumi untuk generasi mendatang,” ujar Bupati.
Kolaborasi antara Karsa Institute, pemerintah daerah, kelompok perempuan, dan masyarakat Desa Cempa menjadi langkah positif dalam memperkuat gerakan pelestarian lingkungan di wilayah pesisir Kabupaten Tojo Una-Una.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya untuk membangun gerakan serupa, sehingga upaya menjaga pesisir tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan kelompok perempuan, kawasan pesisir Desa Cempa diharapkan semakin terlindungi, lebih sehat, serta mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat dan generasi mendatang.
Pewarta:Agung

























