Proyek Penimbunan Lapangan Desa Kantanan Diduga Gunakan Material Tidak Layak

Rabu, 19 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buol – Proyek pembagunan rehabilitasi/ peningkatan sarana dan prasarana kepemudaan dan olahraga milik desa yaitu penimbunan Lapangan olahraga di desa Kantanan Kecamatan Bokat Kabupaten Buol Sulawesi Tengah diduga gunakan Material tidak Layak, atau tanah berlumpur.

Diketahui proyek yang bersumber dari Dana Desa itu dikerjakan bertahap yakni Tahap 1 pada tahun 2024 senilai Rp 100 juta dan tahap 2 tahun 2025 senilai Rp 130 juta namun, hingga kini pekerjaannya belum selesai, dengan alasan setiap dilakukan pemadatan kondisi lapangan masih digenangi air.

Salah satu sumber yang tidak mau di sebutkan namanya menyoroti pekerjaan tersebut, menurutnya dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), proyek tersebut diduga tidak memperhatikan kualitas material yang di gunakan.

“Mestinya pada saat menyusun RAB Harus diperhatikan material seperti apa yang akan digunakan, yang kami liat di lapangan itu materialnya tanah biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut sumber menyebutkan tanah harus dapat menyerap air dengan baik untuk mencegah genangan air ketika dilakukan pemadatan agar tidak mendapat kendala dalam kondisi apapun.

” berdasarkan kondisi lapangan desa Kantanan yang kami rasa layak adalah Tanah campuran yang terdiri dari tanah pasir, dan bahan organik lainnya seperti Domatu dapat menjadi pilihan yang baik untuk timbunan lapangan sepak bola Desa Kantanan,”terangnya.

Sementara itu ketua BPD Desa Kantanan saat dikonfirmasi media ini juga menyoroti pekerjaan tersebut dengan menyebutkan kualitas timbunan dan kondisi lapangan itu kurang baik.

” pekerja Itu belum bisa di lakukan pemadatan pak karena Masih mengandung Air, bahkan ketinggiannya masih rendah,” ujar Ketua BPD Desa Kantanan.

Senanda, Kepala Desa Kantanan juga mengakui untuk saat ini kondisi lapangan belum dapat dilakukan pemadatan karena masih mengandung air.

” Iya saat ini belum dapat dilakukan pemadatan karena masih ada genangan air itu yang menjadi kendala saat ini,” terang Kades.(*)

Berita Terkait

Karhutla di Poh Pagimana Polisi Bersama TNI dan Basarnas Berjibaku Padamkan Api
Semarak Pengajian Umum Dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Di Masjid Nurul Falah, Desa Batu Salang
Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Kapal Tenggelam, Satpolairud Polres Situbondo Perketat Patroli Perairan Kalbut
Kementan RI Dinas TPHP Banggai dan AKPY-BPDP-Ditjenbun Dorong Kompetensi SDM Tingkatkan Produktivitas TBS Pekebun
Rapat Persiapan MTQ XXIII Bangkep TNI Siap Dukung Pengamanan Pelaksanaan di Totikum Selatan
Pengajian Umum Dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Dan Selamatan Desa Batu Salang
Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas
Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:17 WITA

Karhutla di Poh Pagimana Polisi Bersama TNI dan Basarnas Berjibaku Padamkan Api

Kamis, 17 September 2026 - 04:28 WITA

Semarak Pengajian Umum Dalam Rangka Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Di Masjid Nurul Falah, Desa Batu Salang

Rabu, 16 September 2026 - 10:14 WITA

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Kapal Tenggelam, Satpolairud Polres Situbondo Perketat Patroli Perairan Kalbut

Selasa, 15 September 2026 - 23:09 WITA

Kementan RI Dinas TPHP Banggai dan AKPY-BPDP-Ditjenbun Dorong Kompetensi SDM Tingkatkan Produktivitas TBS Pekebun

Senin, 14 September 2026 - 20:15 WITA

Rapat Persiapan MTQ XXIII Bangkep TNI Siap Dukung Pengamanan Pelaksanaan di Totikum Selatan

Berita Terbaru