Buol, Suarautara.com – Jika Curah hujan tinggi dan tanggul kritis saat musim penghujan datang, menjadi ancaman abrasi serius pada pemukiran di desa Kokobuka, kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng) khususnya di Dusun tiga yang berpapasan langsung dengan Sungai Tiloan.
Kondisi kurang tersedianya tanggul abrasi penahan air sunggai belum maksimal, sehingga pihak pemerintah desa Kokobuka mengatakan kondisi ini bakal mengancam pemukiman warga di desanya.
Kepala Desa Kokobuka, Ardianti Palante mengatajkan, jika saat musim penhujang dengan instensitas curah hujan tinggi, air sunggai begitu besar dan sesekali tanah di tepi sunggai itu terjadi abrasi sedikit demi sedikit.
Jika Banjir air meluap tinggi dan pada saat bersamaan air pasang (rob), diprediksi bakal mengakibatkan terjadi longsor tepatnya di wilayah pemukiman sekitar 60 KK.
“ kami sangat prihatin dengan kondisi ini, apalagi kalau hujan deras, arus air Sungai sangat tinggi, maka ancaman longsor itu bisa berakibat ke pemukiman warga,” ungkapnya, Rabu (19/3/2025) saat dihubungi media ini.
Kondisi ini mengakibatkan warga dan pemerintah setempat semakin kawatir, olehnya pihak pemdes meminta perhatian dan bantuan pemerintah daerah dan pihak Perusahaan kelapa sawit PT HIP untuk membantu persoalan ini.
“ harapan kami dari pihak PT HIP dan atau pemerintah daerah untuk bisa mengalokasikan anggaran dana CSR nya dan pada APBD 2026 untuk segera di bangun abrasi itu,” harapnya.
Lanjut Ardianto, pada Musrembang tingkat desa juga sudah diajukan perencanaannya, nanum belum dapat diakomodir karena masih ada kebutuhan prioritas lainnya.
“ ini menjadi prioritas kami ke depan, besar harapan kami semoga pihak Perusahaan dengan dana CSR nya dapat membantu Pemdes Kokobuka dalam Pembangunan abrasi itu,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekdes Kokobuka Heri Handono membenarkan hal tersebut, menurut Heri kondisi ini sangat memprihatinkan saat musin penghujan tiba. Apalagi Lokasi yang ada di dusun 3 itu berpapasan dengan Sungai Buol dengan kondisi alur Sungai yang berbelok hampir sepanjang 700 meter, oleh karenanya pihak pemdes juga berupaya untuk melakukan pelurusan aliran Sungai itu,” singkatnya.(*)



















