Buol, SUARAUTARA.COM – Di momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), sejumlah aktivis Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Front Parlemen Jalanan (FPJ) kembali mendatangi Gedung DPRD Buol, Kamis, 2 Mei 2024 sekitar pukul 11:00 WITA.
Maksud kedatangan mereka untuk mempertanyakan serta menanggi janji terkait pendirian kampus di kabupaten Buol berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang kerap dilaksanakan Bersama Eksekutif dan Legislatif dua tahun terakhir.
Puluhan aktivis dari FPJ itu kemudian diterima salah satu anggota DPRD Buol, Ahmad Koloi bersama sekretariat DPRD serta perwakilan dari Polres Buol dan sejumlah personel di ruangan rapat Bapemperda DPRD Buol.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat diberi kesempatan berbicara dalam forum yang dipimpin Ahmad Koloi, salah satu perwakilan dari FPJ, Rudianto Mokodompit mengungkapkan kekecewaannya terkait kinerja dari eksekutif dan legislative terkait keseriusan dalam menghadirkan kampus di kabupaten Buol.

“Kami menuntut dan meminta komitmen Pemda dan DPRD untuk memajukan daerah di bidang pendidikan yang kami nilai selalu di kesampingan dalam setiap pelaksanaan pembangunan dari tahun ke tahun. Apalagi dengan program gigih Pj Bupati Buol untuk memajukan kualitas pendidikan di daerah ini, sudah seharusnya tuntutan kami ini di dengar dan diperjuangkan. Namun apa yang kami dapatkan hingga hari ini, belum ada tanda-tanda dan kabar yang kami terima terkait pendirian kampus Kerjasama dengan Pemda seperti yang sudah dijanjikan kepada kami,” tegas Rudianto.
Ia juga menambahkan, jika di bandingkan dengan daerah lain di Sulteng, sudah seharusnya Buol memiliki kampus, namun apa yang kita lihat saat ini masih jauh dari harapan kita bersama.
“ bayangkan saja ada tiga ribu mahasiswa yang kuliah di luar Buol dan setiap mahasiswa menghabiskan satu juta perbulan, jika dikalikan perbulannya, ada tiga Milyar uang Buol berputar di Palu dan daerah lain di mahasiswa berkuliah, dan sangat disayangkan,” timpal Rudianto.
Diketahui Selain HMI Buol, ada beberapa elemen organisasi yang tergabung dalam Front Parlemen Jalanan turut serta menyampaikan aspirasi serupa menuntut Pemda dan DPRD untuk segera mendirikan Kampus.
Karena seharusnya kedatangan FPJ itu dalam rangka meminta kejelasan dari Tim yang sudah dibentuk oleh Eksekutif dan legislative, namum forum tersebut tidak terlaksana dan ditunda hingga pekan depan untuk dijadwalkan lagi.
Ahmad Koloi didepan forum mengatakan atasnama pimpinan DPRD, kami menerima niat baik yang disampaikan oleh teman-teman FPJ, namun karena laim hal ada beberapa agenda pimpinan dan anggota DPRD, sehingga forum ini akan dilaksanakan pekan depan,” jelas Ahmad Koloi.
Ahmad Koloi menambahkan, jika nanti rencana Kerjasama ini berhasil dilaksanakan, pihaknya berharap dengan ketersediaann SDM Buol yang mengabdi diluar Buol, sehingga jurusan sesuai kebutuhan daerah, maka SDM inilah yang nantinya akan siap membantu dan datang memberikan sumbangsi mereka untuk kemajuan daerah,” katanya.
Ketua DPRD Buol, Srikandi Batalipu berjanji untuk membantu merealisasikan aspirasi yang disuarakan FPJ dan siap melakukan kerja sama dengan beberapa kampus kelas jarak jauh yang ada di Buol untuk di jadikan Universitas.
“ sudah ada kejelasan dari Pemda dan DPRD atau tim yang dibentuk, kami sudah berkoordinasi dengan pak Pj Bupati, dan kalau tidak keliru, kampus Kerjasamanya yaitu UNTAD Palu dan rencana lokasi kampusnya di RUSUNAWA, kita agendakan lagi untuk RDP Berikutnya bersama Pemda, DPRD, instansi terkait dengan teman-teman FPJ,” jelas Srikandi Batalipu.
[uchan]























