Dituding Sunat Bantuan Beras Warga, Ini Penjelasan Plh Sangadi Tadoy 1

Senin, 4 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA, BOLMONG – Menyusul adanya pemberitaan di salah satu media online terkait laporan masyarakat atas pemotongan bantun Beras diduga dilakukan oknum kepala desa (Sangadi) pada bantuan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), tak menutup kemungkinan akan terjadi juga di desa-desa lainnya.

Dugaan ini jika benar adanya, maka tindakan oknum kepala desa sungguh sangat di sayangkan, sebab bantuan yang di berikan oleh Pemda Bolmong bertujuan untuk membantu masyarakat melalui pemerintah desa (Pemdes) hal ini juga menyusul dengan mahalnya beras saat ini.

Perbuatan yang tidak terpuji dan semena-mena ini juga bukan hanya soal pemotongan beras, tetapi juga adanya dugaan pungutan liar (Pungli) kepada masyarakat bagi penerima beras tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tindakan oknum sangadi PLH Tadoy I (YM) dan Sangadi Ambang I (Devinitif) (NT) ini juga sudah di ketahui oleh Pemerintah Daerah kabupaten Bolaang Mongondow.

“ kami berharap kepada instansi terkait agar dapat mengambil langkah tegas dan  memberikan sangsi keras agar praktek semacam ini tidak terulang di kemudian hari,” kata salah satu waraga penerima yang meminta namanya tidak dipublis.

Sementara itu, dari informasi yang didapat, bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kabupaten Bolaang Mongondow yang diperuntukkan kepada masyarakat berupa beras yakni 20kg untuk masing-masing penerima justru tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten.

Untuk masing-masing penerima bantuan seharusnya menerima 20kg namun diduga sampai di masyarakat bantuan beras tersebut hanya 18kg indikasi  pemotongan beras 2kg kejadian ini di duga terjadi di desa ambang I berbeda dengan desa tadoy I Sangadi PLH bantuan yang di terima hanya 15kg dari 20kg sisanya 5kg dikemanakan di tambah dengan  danya permintaan uang 5.000 rupiah oleh aparatnya.

“ Alasan apapun jika itu sifatnya bantuan tidak di benarkan untuk melakukan pemotongan apa lagi praktik pungli,” tegas pria parobaya ini.

Saat dikonfirmasi oknum Kades Tadoy I Yasit Mamonto kepada media ini langsung membantahnya, Yasit mengatakan, apa yang telah di tuduhkan kepada dirinya  terkait bantuan beras ini tidak beralasan.

“ saya sudah membaca berita dari salah satu media online soal pemotongan beras ini, namun sangat disayangkan tidak ada konfirmasi kepada saya,” ugkap Yasit.

Yasit menembahkan, terkait banruan beras itu, ada musyawarah terlebih dahulu ntuk persetujuan penerima,

“ untuk usulan awalnya hanya sebanyak 236 kepala keluarga (KK),  namun setelah hasil musyawarah dengan penerima, disetujui  penerima di bagi  rata kepada 314 KK,  dimana tambahan penerima ini tidak pernah penerima bantuan apapun, dan soal isu pungli itu tidak benar dan saya berharap warga jangan terprovokasi, sebab dana itu atas kesepakatan bersama yang diperuntukan kepada pekerja pengangkut beras dari Gudang ke desa,” jelas Kades Yasit, Senin (4/3/2024).

Ia pun menambahkan, jika saat ini kebutuhan beras untuk masyarakat sangat tinggi, terlebih harga semakin mahal di pasaran. Untuk itu, pihaknya berharap bantuan ini dapat dipergunakan penerima jelang bulan suci Ramadhan yang sudah di depan mata. (**)

 

 

Berita Terkait

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan
Polisi Ungkap Motifnya, Terduga Pelaku Pembunuhan di Banyuglugur Situbondo Diamankan
Diduga Cabuli Anak, Oknum ASN Puskesmas Tombiano Resmi Dilaporkan ke Polres Touna
Diduga Nikah Lagi Tanpa Izin, Istri Sah Laporkan Suami ke Polres Touna
Polda Sumsel Ungkap 123 Kasus 3C dalam Sebulan, 137 Tersangka Diamankan untuk Jaga Keamanan Bumi Sriwijaya
IPTU I Wayan Sukarman Ajak Forkopimcam dan Kades Bersatu Wujudkan Kamtibmas Aman di Lamala
Dugaan Penyimpangan Dana Hibah Bawaslu OKU Timur Senilai Rp15,1 Miliar Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan oleh Ketua DPW GACD Sumsel, Junirianto
Audiensi Warga Desa Uso Bersama Kejari Banggai Sepakati Pengawalan Penyelesaian Kasus Dugaan Korupsi BUMDes

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:24 WITA

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:11 WITA

Polisi Ungkap Motifnya, Terduga Pelaku Pembunuhan di Banyuglugur Situbondo Diamankan

Senin, 8 Juni 2026 - 16:37 WITA

Diduga Cabuli Anak, Oknum ASN Puskesmas Tombiano Resmi Dilaporkan ke Polres Touna

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:29 WITA

Diduga Nikah Lagi Tanpa Izin, Istri Sah Laporkan Suami ke Polres Touna

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:01 WITA

Polda Sumsel Ungkap 123 Kasus 3C dalam Sebulan, 137 Tersangka Diamankan untuk Jaga Keamanan Bumi Sriwijaya

Berita Terbaru