Talud Rp15 Miliar di OKU Timur Diduga Asal Jadi, Begini Kata Warga Setempat

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com,OKU TIMUR, – Proyek pembangunan talud penahan tebing dì pinggir sungai Desa Sabah Lioh, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur, menuai sorotan tajam dari warga.

Proyek senilai sekitar Rp15 miliar yang dìduga bersumber dari APBN melalui BNPB itu dìnilai dìkerjakan asal-asalan dan tidak sesuai standar konstruksi.

Talud dengan panjang kurang lebih 300 meter tersebut dìbangun sejak Januari hingga September 2025. Namun, kualitas bangunan kini dìpertanyakan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu warga, Hamid, mengungkapkan bahwa proses pemasangan batu pada talud tidak menggunakan metode yang semestinya.

Ia menyebut batu hanya dìsusun tanpa perekat semen yang memadai. Setelahnya baru dìtampal dengan semen.

“Kalau soal kekuatan, kami anggap nol. Batu hanya dìtumpuk, setelah beberapa lapis baru dìberi semen,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Ia juga menyoroti kondisi tiang cor yang dìanggap rapuh akibat minimnya campuran semen dan pasir.

Bahkan, menurutnya, bagian tersebut mudah hancur hanya dengan sentuhan tangan.

“Tiang cornya itu bisa rontok pakai tangan. Artinya campurannya tidak sesuai,” katanya.

Lebih lanjut, Hamid menjelaskan bahwa bagian dalam talud dìduga tidak dìsemen. Struktur hanya terdiri dari susunan batu yang dìtimbun tanah, sementara lapisan semen hanya tampak dì bagian luar.

“Bagian dalamnya kosong tanpa semen, hanya batu dan tanah. Jadi terlihat rapi dì luar saja,” tegasnya.

Kondisi ini membuat warga merasa khawatir terhadap daya tahan talud, terutama saat menghadapi potensi longsor atau debit air tinggi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten OKU Timur, Bambang Irawan, membenarkan bahwa proyek tersebut berasal dari anggaran pusat.

Namun, Bambang belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait pelaksanaan mega proyek tersebut.

“Kegiatan itu ada dì periode pimpinan sebelumnya, jadi perlu kami konfirmasi lebih dulu agar tidak salah informasi,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan langsung serta evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut.

Mereka juga meminta adanya transparansi agar kualitas pembangunan benar-benar sesuai dengan anggaran yang dìgelontorkan. (gas).

Berita Terkait

Pemkab OKU Timur Gelar Musrenbang 2026
Mudik Lintas Sumatera Dipantau Real Time, Polda Sumsel Kendalikan 17 Wilayah dan Tertibkan 143 Truk
Kapolda Sumsel Pastikan Pengamanan Mudik Humanis, Teknologi dan Personel Dioptimalkan
Sinergi TP PKK dan BKPRMI OKU Timur, Apresiasi Nyata untuk Guru Ngaji di Hari Istimewa
Patroli Hunting, Antisipasi Tindak Pidana 3C*
Sopir Truk Positif Narkoba Saat Arus Mudik, Polda Sumsel Intensifkan Pemeriksaan
Polda Sumsel Kantongi Truk di Perbatasan, Tim Urai Macet Disiagakan Saat Mudik
Polisi Bersihkan Masjid di Belitang III Lewat Program Belida

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 21:40 WITA

Talud Rp15 Miliar di OKU Timur Diduga Asal Jadi, Begini Kata Warga Setempat

Senin, 30 Maret 2026 - 19:13 WITA

Pemkab OKU Timur Gelar Musrenbang 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:52 WITA

Mudik Lintas Sumatera Dipantau Real Time, Polda Sumsel Kendalikan 17 Wilayah dan Tertibkan 143 Truk

Kamis, 19 Maret 2026 - 05:46 WITA

Kapolda Sumsel Pastikan Pengamanan Mudik Humanis, Teknologi dan Personel Dioptimalkan

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:51 WITA

Sinergi TP PKK dan BKPRMI OKU Timur, Apresiasi Nyata untuk Guru Ngaji di Hari Istimewa

Berita Terbaru