suarautara.com,Malang – Kunjungan delegasi Pemerintah Demokratik Timor Leste bersama Incanto Group ke Kabupaten Malang membuka peluang besar bagi pelaku industri lokal untuk menembus pasar internasional. Penjajakan kerja sama difokuskan pada sektor rokok dan olahan makanan ringan, termasuk kripik yang selama ini menjadi produk unggulan daerah.
Rombongan yang dipimpin Kepala Kabinet Kantor Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Leo da Costa Oliveira, tidak hanya melakukan pertemuan formal, tetapi juga turun langsung melihat aktivitas produksi di lapangan. Sejumlah pelaku usaha lokal pun dilibatkan dalam agenda strategis tersebut.
Owner Kripik Lumba-Lumba Turen, Sucipto, menjadi salah satu pengusaha yang mendapat kesempatan berdialog langsung dengan delegasi. Ia mengungkapkan bahwa kerja sama yang ditawarkan memiliki skema bertahap, dimulai dari perdagangan hingga investasi industri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya mereka ingin impor dulu produk dari Malang. Nanti kalau sudah berjalan, baru dilanjutkan dengan kerja sama membangun pabrik di Timor Leste,” ujar Sucipto.
Menurutnya, strategi tersebut menjadi langkah realistis untuk memastikan kesiapan pasar sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis kedua pihak. Produk Malang akan diuji di pasar Timor Leste sebelum masuk tahap ekspansi industri.
Dalam kunjungan itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga menunjukkan dukungan penuh. Sejumlah dinas terkait seperti Dinas Koperasi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Dinas Ketahanan Pangan turut hadir mendampingi proses penjajakan kerja sama.
Tak hanya sektor makanan ringan, industri rokok juga menjadi perhatian serius. Delegasi bahkan melanjutkan kunjungan ke lokasi produksi milik pengusaha rokok Abah Sulaiman guna melihat langsung kapasitas dan kualitas produksi.
Sucipto melihat peluang ini sebagai kesempatan emas untuk memperluas pasar sekaligus mengembangkan usaha ke luar negeri. Ia menilai Timor Leste memiliki potensi besar, terutama dari sisi ketersediaan bahan baku yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Di sana bahan bakunya melimpah, tapi belum banyak yang mengelola. Jadi peluang untuk membuka usaha sangat besar,” katanya.
Ia juga mengaku tertarik jika dilibatkan dalam pembangunan pabrik kripik di Timor Leste. Selain prospek bisnis yang menjanjikan, kemudahan dalam proses kerja sama menjadi faktor pendorong.
“Kalau ada kesempatan kerja sama bangun pabrik di sana, saya siap. Yang penting kerja sama ini bisa saling menguntungkan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, para pelaku usaha Malang dijadwalkan akan melakukan kunjungan balasan dalam waktu dekat. Agenda tersebut direncanakan berlangsung pada Juni mendatang untuk melihat langsung kondisi lapangan di Timor Leste.
“Insya Allah bulan Juni kami diundang ke sana untuk meninjau peluang yang ada, supaya bisa disesuaikan dengan rencana ke depan,” pungkas Sucipto.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu awal bagi produk Kabupaten Malang untuk masuk ke pasar global sekaligus memperkuat daya saing industri lokal di tingkat internasional. (***)
Reporter: Akhmad Suseno.

























