Bolmong, Suarautara.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi lebaran ketupat di wilayah pantura Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Sulawesi Utara (Sulut) kembali digelar tahun ini di beberapa desa diantaranya di Desa Lolan dan Lolan II, Kecamatan Bolaang Timur, Bolmong.
Pantauan suarautara.com, Minggu (13/4/2025), hampir seluruh rumah warga menyediakan hidangan makanan di depan rumah untuk para pengujung di wilayah itu secara gratis.
Tak hanya itu, terpantau terdapat kurang lebih puluhan ketupat yang digantung menghiasi rumah warga untuk bisa dinikmati bersama para tamu yang datang silih berganti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebaran ketupat perdana di desa Lolan Bersatu terbilang unik dan menarik karena dipadati ribuan warga yang datang dari berbagai daerah mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.30 WITA petang.
Salah satu warga pengunjung yang datang dari wilayah Minahasa Selatan kepada media ini mengatakan, lebaran ketupat ini bukan hanya soal menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah, akan tetapi lebih kepada ajang silahturahmi sesama usai melaksanakan hari raya idul Fitri.
Untuk warga yang datang dengan mengunakan kendaraan roda dua dikenakan tiket masuk sebesar 5000 rupiah,sedangkan untuk roda empat 10ribu bisa masuk dan menikmati hidangan yang disediakan sekaligus menikmati kawasan wisata pantai Lolan.
Tradisi turun-temurun itu dihadiri sekitar ribuan orang, termasuk Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, Muspika, kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat.
Iswadi Paputungan selaku Sekdes Lolan II mengatakan, untuk lebaran ketupat dan halal bi halal untuk tahun ini sangat meriah dan dipadati para pengunjung karena bertepatan di hari libur sehingga digunakan warga untuk bersilahturami bersama keluarga diakhir pekan.
“alhamdulillah tahun ini lebaran ketupat dan halal bi halal sangat meriah dan dipadati pengunjung dari daerah tetangga, kesiapan warga juga untuk menyediakan hidangan untuk pengujung terlihat sangat siap,” ungkap Iswadi.
Ia berharap, selain mempererat silahturahmi, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan karena selain menjdi wadah pariwisata, kegiatan ini memberikan masukan pendapatan desa,”pungkasnya. (Yono/ucan)

























