SUARAUTARA.COM, BOLTIM – Komplein Masyarakat Desa Motongkad Selatan Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terkait keberadaan kapal yang diduga menghisap Pasir Besi di pesisir pantai dibantah keras pengusaha yang minta namanya tidak dipublis.
Dimana, tudingan warga tersebut menurutnya tidak benar adanya adanya Kapal yang melakukan aktifitas penghisapan Pasir Besi tepatnya di perairan desa Motongkad Selatan.
Yang benar menurut sumber keberadaan kapal tersebut hanya melakukan kajian terkait Mineral apa saja yang terkandung di pantai selain Pasir Besi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dan untuk mendukung kegiatan tersebut tentu pihaknya harus melengkapi surat-surat (perizinan) yang diperlukan, dan saat ini soal dokumen perizinan sementara diurus di Instansi yang berkoompoten, agar tidak berbenturan dengan hukum, jelasnya.
Hal ini juga kami sudah didatangi oleh shabandar Kotabunan dan telah memeriksa terkait persoalan yang dituduhkan ke kami, namun semua apa yang dituduhkan itu tidaklah benar.
Sementara itu Kepala Shabandar pelabuhan kotabunan Norce Susana Sahabati saat dikonfirmasi melalui selulernya, Selasa (25/1/2022) terkait keberadaan kapal tersebut mengatakan bahwa, ” dari hasil temuan pihaknya beberapa waktu lalu dilokasi dan sempat naik ke Kapal itu, tidak ditemukan pelanggaran seperti yang di informasikan ke pihak kami, dan dari hasil pemeriksaan diatas kapal itu tidak ada pelanggaran yang kami temukan,” jelas Norce.
” Keberadaan kami dilokasi itu hanya persoalan keberadaan kapal, dan kalaupun itu ada pelanggaran, itu wewenang dari Kepolisian,” timpalnya.
Sementara itu Ketua ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Boltim, Ismail Mokodompit menanggapi hal tersebut, dimana ia mengatakan, “siapa saja investor yang ingin masuk ke wilayah Boltim itu sah-sah saja, asalkan soal dokumen perizinanya harus lengkap,”tegasnya.
Selain itu kata Ama Is sapaan akrabnya, setiap investor yang masuk ke daerah ini harus melibatkan tenaga kerja lokal, ” tentu untuk tenaga kerja harus diutamakan putra putri daerah, agar tidak terjadi kesenjangan sosial,”.Pungkasnya. [Rinto Ponongoa]

























