Hindari Luka Lama dan Sejarah Kelam Terulang, Keluarga Korban Tolak Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarautara.com, Malang— Rencana pertandingan sarat rivalitas antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan memicu reaksi keras keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

Mereka menilai agenda pertandingan tersebut berpotensi mengusik memori kelam yang hingga kini masih membekas kuat.

Penolakan disampaikan melalui aksi doa bersama yang digelar Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK) di Gate 13 stadion, lokasi yang menjadi salah satu titik paling dikenang dalam tragedi kemanusiaan tersebut. Aksi berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga korban dan elemen mahasiswa yang menyuarakan empati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua YKTK, Devi Atok, menegaskan bahwa penggunaan stadion untuk laga berisiko tinggi belum tepat dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami tidak menolak sepak bola, tetapi kami menolak jika pertandingan berisiko tinggi digelar di tempat yang masih menyimpan luka mendalam. Perasaan keluarga korban harus dihormati,” ujarnya dengan nada tegas, Jum’at (3/4/2026).

Dukungan solidaritas datang dari mahasiswa Universitas Brawijaya yang ikut hadir dalam aksi tersebut. Mereka membentangkan poster berisi pesan moral agar tragedi kemanusiaan tidak dilupakan dan proses pemulihan psikologis korban tetap menjadi prioritas.

Selain menggelar doa, perwakilan YKTK juga mendatangi Polres Malang guna menyerahkan surat penolakan resmi.

Tiga poin utama disampaikan, yakni trauma yang belum pulih, perlunya empati penyelenggara, serta potensi gangguan keamanan jika pertandingan tetap dipaksakan digelar di stadion yang memiliki sejarah kelam.

Menurut Devi Atok, laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya memiliki tensi rivalitas tinggi sehingga dikhawatirkan memicu tekanan emosional baru bagi keluarga korban.

“Kami berharap ada kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Jangan sampai pertandingan justru memperpanjang penderitaan keluarga korban,” katanya.

Informasi yang berkembang menyebutkan sejumlah aparat keamanan yang pernah bertugas saat tragedi juga masih merasakan dampak psikologis. Hal tersebut dinilai menjadi pertimbangan penting sebelum menetapkan lokasi pertandingan.

Saat ini jadwal pertandingan masih tercatat akan berlangsung pada 28 April 2026. Namun meningkatnya penolakan publik membuat keputusan akhir dinilai harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan, keamanan, serta sensitivitas keluarga korban agar situasi tetap kondusif. (***)

 

Reporter: Akhmad Suseno.

Berita Terkait

Di Hadapan Kapolres 118 Casis Polri Banggai Siap Ikuti Seleksi Bersih Tanpa KKN dan Ordal
Anggota Polres Banggai Berikan Pelayanan pada Ibadah Jumat Agung agar Jemaat Beribadah Khusyuk
Anggota Polres Kudus Gelar Sterilisasi Gereja Jelang Jum’at Agung dan Paskah Jalan Ibadah Aman
Nyawa Seorang Ibu Melayang Akibat Pelayanan Lambat Keluarga Korban Tuntut Investigasi Menyeluruh
Pemusnahan 28 Barang Bukti Kajari Banggai Akbar Tegaskan Komitmen Transparansi Hukum
Hadiri Pisah Sambut Danrem 132/Tadulako Bupati Ilham Lawidu Tekankan Sinergi TNI dan Pemda
Launching Gerbang Dilan Pemda Banggai Perkuat Transformasi Digital dan Tata Kelola Pemerintahan
Tuntas 33 Tahun Pengabdian Ernaini Mustatim Purna Tugas Pemda Banggai Ucapkan Terima Kasih dalam Perpisahan Haru

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 22:05 WITA

Hindari Luka Lama dan Sejarah Kelam Terulang, Keluarga Korban Tolak Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan

Sabtu, 4 April 2026 - 15:59 WITA

Di Hadapan Kapolres 118 Casis Polri Banggai Siap Ikuti Seleksi Bersih Tanpa KKN dan Ordal

Sabtu, 4 April 2026 - 15:39 WITA

Anggota Polres Banggai Berikan Pelayanan pada Ibadah Jumat Agung agar Jemaat Beribadah Khusyuk

Sabtu, 4 April 2026 - 15:10 WITA

Anggota Polres Kudus Gelar Sterilisasi Gereja Jelang Jum’at Agung dan Paskah Jalan Ibadah Aman

Sabtu, 4 April 2026 - 14:01 WITA

Nyawa Seorang Ibu Melayang Akibat Pelayanan Lambat Keluarga Korban Tuntut Investigasi Menyeluruh

Berita Terbaru