SUARAUTARA.COM, Buol – Pemilik nama lengkap Marlina Dilapanga (21 Tahun) telah membuat bangga masyarakat Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) lebih khusus bagi keluarganya, atas prestasi yang diraih oleh Hafidzah asal desa Tadoy, kecamatan Bolaang Timur, setelah diberi mahkota penghargaan sebagai santri penghafal Qur’an 30 juz Quubro Tasmi’ Bilghoib.

Penyerahaan slempang dan mahkota sebagai Hafidza itu bertempat di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an pada pelaksanaan acara Tasyakuran Khotmil Qur’an, Yayasan AL-Mukhlasin Gogagoman Kotamobagu. Sabtu,18 Februari 2023 beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Butet diapit keluarganya, Ibu bersama kakak-kakanya.
Butet sapaan akrabnya merupakan putri kelima dari Asaat Dilapanga dan Ainun Tunggali, sudah memulai hafalan Alquran sejak usia 10 tahun.
Asaat Dilapanga sang ayah yang berprofesi sebagai tukang bangunan, dan ibunya tak kenal lelah membimbing anaknya menjadi penghafal Alquran, meski kedua orang tuanya memilih berpisah.

Adapun Butet memulai sekolah dari rumah semenjak usia sepu;uh tahun. Setelah itu, dia menambah hafalan Alquran sebanyak satu hari satu halaman.
“Dia mulai menghafal dari pukul 09.00 sampai zuhur selesaikan satu halaman, atau kalau bisa dihafal satu atau dua jam setelah itu dia bebas. Setelah itu, dia makan, tidur, menjelang Ashar murajaah, setelah maghrib dia bisa murajaah lagi hafalan yang tadi sampai isa, mau tidur murajaah lagi,” kata Ainun Tunggali sang ibu tercinta.
Ia mengatakan, Butet tidak pernah berlama-lama menonton televisi. Dalam sepekan, dia biasanya dua kali menonton televisi.
Di samping itu, Butet tidak perna memaksakan kehendak dan keinginannya dalam hidup sehari-hari, Ia tahu betul kondisi ekonomi keluarga serba kekurangan, Ainun mengatakan, Butet adalah anak terakhir dalam keluarga yang memiliki pendirian kuat untuk bisa memberikan mangaat bagi orang lain meski serba kekurangan,” ungkap Ainun dengan mata berkaca-kaca kepada media ini, Minggu (18/3/2023).
Ainun menambahkan, bahwa Dia ingin fokus merawat dan mendidik Butet sehingga dengan prestasi yang ada, kelak pemerintah daerah bisa memberikan bantuan beasiswa kepada Butet untuk melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi harap Ainun.
“Baca Alquran karena Allah, malaikat mendengarkan, manusia yang menilai tidak usah dipikirkan. Walaupun ada banyak tantangan dia bisa maksimal, ada grogi tapi tertutupi,” ucap Marlina Dilapanga singkat.
Banyak doa restu dan dari Allah, senang, gembira, terharu, Allah berkehendak kepada kita nggak menyangka. Ini juga bisa jadi ujian kalau sombong, lengah pada pujian, sanjungan bisa membahayakan. Jaga pesan itu Butet untuk tetap istiqamah, ini bisa jadi istidraj,” lanjutnya.
Sang Ibu pun mengingatkan pada Butet agar bisa hidup sederhana karena hanya mengandalkan penghasilannya sebagai seorang Tukang Bangunan.
“Alhamdulillah, tentu kita bersyukur dan berbahagia atas prestasi tersebut,” kata Aiunun.
Ini berita gembira untuk masyarakat Bolmong karena bertambah lagi Hafidzah sekaligus penanda bahwa generasi kita mampu bersaing dengan daerah lain. (red)















