SUARAUTARA.COM,(Hukrim) Bolmong – Konflik antar massa yang terjadi di lokasi pasar desa tanoyan selatan kecamatan Lolayan kabupaten bolaang mongondow pada jumat 24 Desember sekitar pukul 16.00 WITA dan berlanjut pada malam hari terus di dalami APH (Aparat Penegak Hukum) Polres Kotamobagu dan Polsek Lolayan.
Kejadian bermula saat sejumlah warga tanoyan selatan memblokade jalan masuk ke arah perkebunan Kinali dan pertambangan warga.
Dari pantauan media ini beberapa warga yang melewati jalan yang merupakan akses perkebunan kinali dan pertambangan warga itu tidak di ijinkan melintas. Nampak palang pintu portal masuk terbentang spanduk tulisan larangan dari pemdes dan BPD setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
” Kami portal jalan ini karena sesuai kesepakatan empat pemerintah desa yakni desa tanoyan selatan, Tungoi satu dan dua serta desa tapa aog sambil menunggu penyelesaian tapal batas antara desa tapa aog dan tanoyan selatan seluruh aktivitas di potolo untuk sementara di hentikan, ” Kata Sumitro amparodo, “Tokoh adat tanoyan selatan.
Beberapa saat kemudian sejumlah masyarakat tungoi satu datang menanyakan maksud dari portal jalan menuju Kinali tersebut.
Namun belum mendapat jawaban tiba-tiba sekitar pukul 17.30 WITA mereka di serang oknum tak di kenal. Mendapat reaksi ini adu fisik antar dua kubu tak terelakan.
Beberapa kendaraan roda dua tak lepas dari amukan warga, Beruntung petugas gabungan TNI Polri sigap sehingga tak menimbulkan korban jiwa.
Malam harinya situasi semakin memanas. Massa semakin membludak sehingga personel polres Kotamobagu dengan di backup personel brimob inuai siaga satu untuk mengantisipasi konflik.
Di tengah kerumunan massa tersebut salah satu warga tungoi satu berinisial AB (30th) mengalami nasib nahas. Dirinya mengalami Luka dari oknum tak di kenal, Korban sempat melarikan diri dalam keadaan luka. Pagi harinya Sabtu 25 Desember 2021 korban di temukan oleh polres gabungan TNI di bantaran sungai tanoyan dalam keadaan tak bernyawa lagi.
Kapolsek lolayan AKP Joel Lalensang ketika di konfirmasi melalui Kanit Reskrim Aiptu Fadli Pampaile mengatakan saat ini pihaknya terus mendalami konflik yang telah merenggut nyawa warga tungoi tersebut.
” Saat ini situasi sudah kondusif dan pihak kami telah mengamankan dua oknum untuk di mintai keterangan, Dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di polres Kotamobagu, Intinya kami akan terus dalami kasus ini, “ Terang Fadli.
Lebih lanjut Fadli Pampaile mengajak kepada kedua warga yang bertikai agar menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isue yang berkembang. Percayakan kasus ini ke aparat penegak hukum, ” Imbuhnya.
Sementara itu Sutomo Karim warga tungoi satu yang merupakan keluarga korban mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.
” Saya minta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, Tangkap pelaku dan aktor di balik peristiwa berdarah ini.
Apa salah kami kenapa jalan kami di halangi, Kami hanya mencari nafkah untuk anak istri kami, ” Ucap Sutomo.
Pantauan media ini lokasi pasar tanoyan selatan yang merupakan akses ke perkebunan Kinali dan pertambangan warga dalam keadaan kondusif, Namun penjagaan super ketat terus di lakukan oleh gabungan TNI Polri. (Tim)
























