Adi Prianto : KNPI Buol Mewarisi Konflik Najis?

Jumat, 18 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adi Prianto (advokat)

Adi Prianto (advokat)

suarautara.com, Buol – Tanpa sengaja pada Warung Kopi di Buol (17/11) pukul 18.30 wita, larut ikut diskusi formal yang digelar oleh beberapa sahabat saya kenal, inti diskusi dimaksud menghimpun calon ketua KNPI Buol dan berharap ada kepemimpinan berbeda dalam mengelola organisasi dari ketua sebelumnya.

Saya menebak, sebagaimana orang-orang ikut diskusi. Konflik sesungguhnya di KNPI Buol bukan soal ketuanya berasal dari Aparat Sipil Negara (ASN) atau orang yang berasal dari Partai Politik. Ini mengenai leadership, pengalaman organisasi yang banyak tidak menjamin KNPI Buol bisa bergerak dari titik stagnan.

Konflik najis dan menjadi turun-temurun kepada ketua KNPI Buol yakni menganggap posisi top akan berefek secara individu pada tingkat terkenalan (bisa digeser untuk urusan politik elektoral) serta dapat mengakses keuangan Daerah (untuk kepentingan gagah-gagahan)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inilah alasan yang membuat orang banyak berlomba-lomba jadi ketua KNPI Buol, visi-misi dan program tidak jadi penting, menurut mereka itu hanya formalitas dan benda yang usang.

Dalam pengamatan saya selama ini, KNPI Buol secara organisasional ibarat barang “rongsokan” yang mengalir apa adanya dalam pergumulan dan pergaulan hari-hari di Buol, tidak mampu mengartikulasi ekspresi kepemudaan Buol.

Akibat kekecewaan banyak orang, tumbuh subur kegiatan dibiayai sendiri oleh komunitas pemuda yang buat event, kegiatan mandiri tanpa intervensi dari KNPI Buol.

KNPI Buol kemana? Lagi asyik masyuk dengan dirinya sendiri.

Konflik najis berikut di tubuh KNPI Buol adalah relasi kekuasaan di daerah, takaran histori tiada yang dapat membantah mantan ketua ataupun ketua KNPI saat ini berkelindan langsung dengan jabatan politik Bupati.

Berperiode kepengurusan KNPI Buol, ketuanya adalah istri Bupati, mantan sekertaris Partai Politik Bupati, ponakan Bupati dan terus berputar-putar garis eksklusif yang berhubungan dengan kekuasaan atau relasi keluarga sedarah.

Konflik najis macam itu, disahkan banyak orang pada proses demokrasi Musyawarah Daerah (Musda) dengan mekanisme one man one delegation.

Saat ini KNPI Buol tidak bertuan dari konteks politik kekuasaan, kesempatan menghilangkan najis sudah sangat terbuka.

Sayang sekali, masih banyak yang terjebak pada dikotomi ASN, aktivis, perwakilan parpol dan pemerekan yang macam-macam khas kelas menengah berakibat pengelompokan menjelang pergantian ketua KNPI Buol, hal ini justru menciptakan konflik najis yang baru.***

Berita Terkait

Perangi Korupsi dari Hulu, Bupati dan Wabup Buol Dorong Penguatan Integritas
Purna Tugas Setelah 24 Tahun Mengabdi, Satpol PP Buol Beri Penghargaan untuk Abd. Haris
Bahas Penanganan TB dan CKG, Wabup Buol Hadiri Pertemuan Tiga Wamen RI di Palu
Laporan Darurat Kurang dari 1×24 Jam, SAPAR Jadi Gebrakan Baru Satpol PP Buol
Palu Keluar sebagai Juara Umum, POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Berakhir di Buol
PSDKU Untad Buol Makin Serius Perkuat Akademik, Dosen PGSD Gelombang Kedua Tiba
630 Peserta Berebut Gelar Juara di Buol, Gubernur Sulteng Pasang Target Mengejutkan
Rapat Penyusunan APBD Perubahan Buol, Bupati Dorong Realokasi Anggaran Tepat Sasaran

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:24 WITA

Perangi Korupsi dari Hulu, Bupati dan Wabup Buol Dorong Penguatan Integritas

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:28 WITA

Purna Tugas Setelah 24 Tahun Mengabdi, Satpol PP Buol Beri Penghargaan untuk Abd. Haris

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:09 WITA

Bahas Penanganan TB dan CKG, Wabup Buol Hadiri Pertemuan Tiga Wamen RI di Palu

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:58 WITA

Laporan Darurat Kurang dari 1×24 Jam, SAPAR Jadi Gebrakan Baru Satpol PP Buol

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:40 WITA

Palu Keluar sebagai Juara Umum, POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Berakhir di Buol

Berita Terbaru