Suarautara.com, Banggai – Pemerintah Kecamatan Toili Barat bersama JOB Tomori (Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi), Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh Luwuk).
Serta sejumlah pemangku kepentingan terus mendorong pelestarian ekosistem mangrove dan keanekaragaman hayati (Kehati).
Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kegiatan penanaman dan pembibitan mangrove yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, Rabu (12/8/2026), di kawasan pesisir Desa Rata, Kecamatan Toili Barat, Kabupaten Banggai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Toili Barat Bambang Abdullah, Rektor Unismuh Luwuk Dr. Sutrisno K. Djawa, S.E., M.M., Kepala Desa Rata H. Ahmad Ambo Tang, perwakilan JOB Tomori Regional 4, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai, akademisi, masyarakat, kelompok pesisir, pemuda, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Camat Toili Barat Bambang Abdullah menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelestarian mangrove memiliki arti penting bagi keberlangsungan ekosistem dan kehidupan masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
Bambang menjelaskan, mangrove tidak hanya menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan, kepiting, burung dan biota lainnya, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung alami wilayah pesisir dari abrasi, gelombang besar serta dampak perubahan iklim.
Melindungi lahan basah berarti melindungi sumber kehidupan. Menjaga mangrove berarti menjaga pantai, menjaga keanekaragaman hayati, menjaga sumber penghidupan masyarakat pesisir, sekaligus menjaga masa depan generasi yang akan datang,” ujar Bambang.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan pesan global (Protect Wetlands for Our Future) atau Lindungi Lahan Basah demi Masa Depan Kita sebagai semangat bersama dalam menjaga kawasan pesisir dan ekosistem mangrove.
Menurut Bambang, kegiatan penanaman mangrove tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan penghijauan semata. Lebih dari itu, penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian sekaligus investasi ekologis untuk generasi mendatang.
Apa yang kita tanam dan kita jaga hari ini mungkin belum langsung kita rasakan manfaatnya. Namun beberapa tahun dan puluhan tahun ke depan, manfaat tersebut akan dirasakan oleh anak-anak dan generasi penerus kita,” katanya.
Bambang juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penebangan mangrove secara sembarangan, menjaga kebersihan pantai serta bersama-sama mengawasi kawasan mangrove dari berbagai bentuk kerusakan.
Ia menegaskan, pelestarian mangrove bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Mari kita tanamkan kesadaran bahwa menjaga mangrove berarti menjaga lahan basah, menjaga pantai, menjaga sumber kehidupan masyarakat pesisir dan menjaga masa depan anak cucu kita,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bambang Abdullah turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, instansi terkait, pemerintah desa, masyarakat, kelompok pesisir, pemuda, akademisi, perusahaan dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Sementara itu, perwakilan JOB Tomori menyampaikan bahwa kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan telah menjadi bagian dari budaya serta komitmen perusahaan.
Upaya tersebut dilakukan secara konsisten melalui kegiatan revegetasi dan penanaman mangrove di sekitar wilayah operasi maupun wilayah Kabupaten Banggai.
JOB Tomori juga terus mendukung penanaman dan pemeliharaan mangrove sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan keanekaragaman hayati.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi nyata berupa penanaman dan pembibitan mangrove di kawasan pesisir Desa Rata.
Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah, perusahaan, akademisi dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.
Dengan semangat (Protect Wetlands for Our Future) peringatan Hari Mangrove Sedunia di Desa Rata diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga mangrove secara berkelanjutan.
Menanam mangrove hari ini berarti menanam harapan untuk kehidupan dan masa depan generasi berikutnya.(AM’oks69).

























