Suarautara.com, Malang – Penguatan ekonomi desa melalui koperasi kembali menjadi perhatian dalam upaya mendorong kesejahteraan masyarakat. Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah ekonomi bersama yang mampu mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tingkat desa.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Posisi Koperasi Desa Merah Putih dalam Menumbuhkembangkan Ekonomi Desa” yang digelar di Ballroom Hamur Pedes Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Jajuk Rendra Kresna, sebagai narasumber bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang serta akademisi dari Universitas Widya Gama Malang, Ervan.
Dalam pemaparannya, Jajuk menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pengurus koperasi, dan masyarakat agar keberadaan koperasi desa dapat berjalan optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang. Mengingat Koperasi Desa Merah Putih ini masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan sosialisasi menjadi langkah penting untuk memberikan pemahaman sekaligus membangun semangat para pengurus koperasi agar tetap optimistis dalam mengembangkan organisasi ekonomi tersebut.
“Kami menyemangati teman-teman pengurus bahwa koperasi ini harus berhasil berjalan dengan baik. Segala persoalan dibicarakan dan diselesaikan bersama,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa KDMP diharapkan mampu menjadi wadah ekonomi yang melibatkan seluruh warga desa. Dengan keterlibatan masyarakat sebagai anggota, koperasi dapat berkembang sebagai kekuatan ekonomi kolektif di tingkat desa.
“Nanti KDMP sendiri bisa berafiliasi dengan semua warga. Harapannya seluruh masyarakat bisa menjadi anggota koperasi,” ungkapnya.
Sebagai anggota legislatif, Jajuk menegaskan bahwa DPRD memberikan dukungan terhadap program-program yang memiliki visi kuat dalam membangun perekonomian desa.
“Di Dewan kami hanya men-support karena visi dan misinya bagus. Tetapi di lapangan memang ada banyak kendala, sehingga perlu dicari solusi bersama,” jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa pada tahap awal sebagian pengurus koperasi sempat merasa ragu dalam menjalankan program tersebut. Namun setelah melalui forum diskusi dan sosialisasi, semangat pengurus mulai meningkat.
“Yang semula agak kendor karena bingung harus melakukan apa, setelah berdiskusi ternyata tanggapan teman-teman bagus. Alhamdulillah sekarang mereka lebih semangat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jajuk menilai KDMP memiliki potensi besar untuk memperkuat ekosistem UMKM desa. Pelaku usaha dapat memanfaatkan koperasi sebagai penyedia bahan baku produksi dengan harga yang lebih terjangkau.
“Misalnya pelaku UMKM makanan membutuhkan tepung, gula, minyak atau telur dengan harga yang lebih murah. Koperasi bisa menyediakan itu sehingga mereka bisa berproduksi dengan harga yang lebih bersaing,” jelasnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa keberadaan koperasi tidak dimaksudkan untuk menjadi pesaing usaha yang sudah ada di masyarakat, melainkan menjadi mitra yang saling mendukung.
“Koperasi ini nantinya bisa bergandengan dengan usaha-usaha yang sudah berjalan. Jadi bukan bersaing, tetapi saling menggandeng,” tegasnya.
Melalui penguatan koperasi desa, ia berharap kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara merata mulai dari tingkat desa hingga ke tingkat yang lebih luas.
“Harapannya masyarakat menjadi makmur. Dari desa sampai ke atas semuanya ikut makmur,” pungkasnya.
Pewarta/Jurnalis: Ahmad Suseno
























