Suarautara.com, Banggai – Polemik panjang yang sempat menghambat proses pelantikan Ketua Wilayah 08 Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Banggai akhirnya selesai.
Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia Daerah (Rapida) 23 Sulawesi Tengah, Mulyadi Joyomartono JZ23ASK, resmi melantik Drs. Benyamin Pondatu JZ23BYP sebagai Ketua RAPI Wilayah 08 Banggai periode 2025–2029, pada Rabu, 3 Desember 2025, bertempat di kantor RAPI Sulteng, Palu.
Pelantikan tersebut turut dihadiri pengurus RAPI dari Wilayah Palu, Donggala, Sigi, serta jajaran pengurus daerah RAPI periode 2025–2030. Proses pengukuhan dilakukan di Palu, berbeda dari pelantikan biasanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keputusan Pengnas mengharuskan pelantikan Ketua segera dilakukan, karena ketuanya hanya satu orang. Untuk efisiensi, pelantikan dilakukan di Palu.
Sehingga pengukuhan pengurus RAPI Banggai akan lengkap dilaksanakan di Banggai pada 8 Desember 2025 oleh Bupati banggai,” jelas Mulyadi di Jalan Moh. Yamin, Palu.
Pelantikan ini sebelumnya tertunda hampir tiga bulan akibat polemik pasca Musyawarah Wilayah (Muswil) RAPI Banggai yang digelar 7 September 2025.
Mediasi dilakukan langsung oleh Pengurus Nasional (Pengnas) melalui Ketua I, Ridwan Z JZ08ARZ, hingga akhirnya pelantikan dapat berjalan aman dan lancar.
Mulyadi menjelaskan bahwa polemik tersebut sebenarnya hal lumrah dalam organisasi. Persoalan bermula dari perdebatan terkait AD/ART, terutama mengenai ketentuan kontribusi Rp 5 juta dan syarat domisili ketua yang harus berada di Kota Luwuk.
Pada Muswil, dua calon yang maju ternyata sama-sama berdomisili di luar Luwuk. Setelah verifikasi, satu calon dinyatakan tidak memenuhi syarat dan gugur otomatis, sehingga pemilihan berlangsung secara aklamasi dengan menyisakan satu calon, yaitu Benyamin Pondatu.
Tatib sudah disetujui peserta Muswil. Polemik justru muncul dari pihak di luar peserta resmi yang memprotes hasil Muswil,” tegasnya.
Usai dilantik, Ketua Wilayah 08 Banggai, Benyamin Pondatu, menegaskan bahwa dirinya mengikuti seluruh kebijakan demi kelancaran roda organisasi.
Kami menunggu tiga bulan hingga bisa dilantik. Sekarang semuanya sudah tuntas,” ujarnya saat dihubungi media.
Selanjutnya Ketua RAPI yang baru Benyamin sudah menyiapkan sejumlah program prioritas, antara lain :
1.) Konsolidasi internal pengurus dan lokal di Banggai
2.) Memperbaiki jaringan komunikasi RAPI di 24 kecamatan, di mana beberapa perangkat mengalami kerusakan
3.)Penguatan koordinasi tiga lokal aktif di Banggai
4.) Pendataan ulang anggota, sebab banyak kartu keanggotaan yang telah habis masa berlakunya
Sebagai kepengurusan yang baru Benyamin akan mendata ulang jaringan agar seluruh perangkat berfungsi optimal.
Sehingga pengurus baru harus memastikan RAPI Banggai kembali solid dan aktif,” tegas Benyamin sebelum bertolak menuju Luwuk.
Dengan tuntasnya polemik dan lengkapnya proses pelantikan, RAPI Banggai kini bersiap menata kembali organisasi demi kemajuan komunikasi masyarakat berbasis radio antar penduduk.( AM’oks69 )






















