Buol, Suarautara.com – Sekolah rakyat yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial merupakan angin segar bagi masyarakat kurang mampu yang terkendala finansial untuk menempuh Pendidikan, namun ada hal yang seharusnya diprioritaskan saat ini yakni sekolah-sekolah yang sudah ada.
Hal ini diutarakan politisi muda PDI Perjuangan kabupaten Buol, Arista. Yang saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Buol dari daerah pemilihan 1.
Kepada media ini saat dihubugi, Arista mengatakan sekolah rakyat yang dicetuskan oleh pemerintah itu sah-sah saja, namun perlu diketahui saat ini masih banyak yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana juga kekurangan peserta didik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“ aggaran yang ditargetkan mendirikan 200 sekolah rakyat itu bisa dialokasikan untuk memperbaiki, menambah, dan melengkapi sarana prasarana yang saat ini ada dan belum tersentuh bantuan pemerintah.” Terangnya, Minggu (4/5/2025).
Ia menambahkan, jika untuk program SR ini demi rakyat banyak, maka pihaknya akan mendukung penuh, akan tetapi masih banyak persoalan lain yang membutuhkan perbaikan.
“ Kalau langkah yang diambil dengan niatan untuk membantu wong cilik, kami dari PDI Perjuangan sangat mendukung, namun saat ini masih banyak PR pemerintah seperti yang saya sebutkan diatas,” tegasnya.
Ada satu kekhawatiran atas program ini menurut Arista yakni kesenjangan sosial bisa jadi menjadi makin jelas dengan didirkannya sekolah rakyat, apakah kurikulum dan mutu pendidikannya akan sama?.
“ diharapkan pemerintah bisa mengambil Langkah-langkah antisipatif sebelum program ini betul-betul direalisasikan,”pungkasnya.(ucan)

























