Populasi Ternak B2 Di Kotamobagu Menjelang Nataru Menurun Akibat Wabah ASF

Kamis, 21 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Exif_JPEG_420

Exif_JPEG_420

Suarautara.com, KOTAMOBAGU – Tidak lama lagi akan masuk perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dan Kota Kotamobagu terindikasi mengalami penurunan stok daging babi (B2), dikarenakan adanya indikasi virus Flu Babi atau di kenal dengan Virus African Swine Fever (ASF) sejak awal tahun 2024 hingga pertengahan 2024 yang akan mempengaruhi stok dan pasokan daging Babi untuk masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu melalui Kepala Bidang Peternakan dan kesehatan Hewan kotamobagu Bobby Damopolii mengatakan bahwa permintaan daging Babi atau B2 menjelang Natal dan Tahun Baru pasti meningkat sementara populasi babi di Kotamobagu berkurang cukup signifikan sehingga akan berdampak pada ketersedian daging babi menjelang Nataru.

“Stok B2 mengalami penurunan, dan ini bukan hanya di Kotamobagu saja, tapi juga di seluruh wilayah Sulawesi Utara,” ujar Bobbi. Guna mengatasi masalah ini, Dinas Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan pihak swasta lokal di Sulut berupaya mendatangkan ternak babi dari luar daerah (Bali), dan hal ini diharapkan dapat menstabilkan stok menjelang Nataru.

Bobby Damopolii menambahkan, suspek serangan virus African Swine Fever (ASF) menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya stok B2. Banyak peternak kehilangan hewan ternak mereka akibat virus ini, dan jumlah tempat pemotongan/pedagang daging babi di Kotamobagu kini berkurang, di awal tahun 2024 empat lokasi tinggal satu yang beroperasi. Gejala ASF, seperti tubuh babi berbintik merah hingga ungu-kebiru2an, menyebar cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Di Kelurahan Tumobui, misalnya, berdasar hasil informasi peternak yg diperoleh oleh Bidang Peternakan pada salah satu peternak, sebanyak 40 ekor babi mati dalam waktu kurang dari dua minggu.

Namun, Bobby Damopolii menjelaskan meskipun ASF sangat mematikan bagi babi, belum ada bukti/temuan bahwa virus ini bisa menular ke manusia. “Tidak ada indikasi penemuan penularan ASF pada manusia seperti Penyakit Antraks pada sapi yg tergolong zoonosis” tegasnya.

Dokumentasi Pelayanan Kesehatan Hewan 2024
Dokumentasi Pelayanan Kesehatan Hewan 2024

Untuk menanggulangi dampak lebih lanjut, disebabkan belum adanya Vaksin untuk menanggulangi ASF, Bobby menghimbau para peternak agar melaporkan kasus penyakit pada hewan mereka, dan memperhatikan biosekuriti penanganan ternak, kandang serta pakan sebagai langkah pencegahan pertama. “keterbukaan informasi dari para peternak sangat penting agar Dinas dapat segera melakukan koordinasi dan penanganan yang tepat,” tutup Bobby.

(Alfian Wowiling)

Berita Terkait

Aturan Sempadan Jalan Diduga Diabaikan Dinas PUPR Banggai Jangan Tutup Mata terhadap Bangunan di Lapangan
Ketum DPP PROBO Desak Polri Bongkar Aktor Intelektual di Balik Dugaan Penyadapan Presiden Suarautara
Demi Aturan Dewan Pers Anggota PWI Banggai dan Jambi Jadi Sorotan di UKW Parimo 27 Wartawan Dinyatakan Kompeten
Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo
Edukasi Hukum Sejak Bangku Sekolah Polsek Lamala  Wayan Sukarman Jalankan Program Polisi Peduli Pendidikan
Kapolresta Banggai Sambangi Pura Agung Padma Buana Warga Keluhkan Solar hingga Narkoba
Hariadi Bola Gerakkan Tim Dinsos Yudi Serahkan  Bantuan Bupati Banggai Langsung pada Korban Kebakaran Paisubuloli
Dukung Ketahanan Energi Nasional DSLNG Sabet Penghargaan Komersialisasi Gas Domestik dari SKK Migas

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:36 WITA

Aturan Sempadan Jalan Diduga Diabaikan Dinas PUPR Banggai Jangan Tutup Mata terhadap Bangunan di Lapangan

Rabu, 4 November 2026 - 17:54 WITA

Demi Aturan Dewan Pers Anggota PWI Banggai dan Jambi Jadi Sorotan di UKW Parimo 27 Wartawan Dinyatakan Kompeten

Selasa, 3 November 2026 - 23:37 WITA

Menakar Kompetensi Insan Pers Wartawan Banggai hingga Jambi Berkumpul di UKW PWI Parimo

Senin, 2 November 2026 - 15:22 WITA

Edukasi Hukum Sejak Bangku Sekolah Polsek Lamala  Wayan Sukarman Jalankan Program Polisi Peduli Pendidikan

Senin, 2 November 2026 - 13:59 WITA

Kapolresta Banggai Sambangi Pura Agung Padma Buana Warga Keluhkan Solar hingga Narkoba

Berita Terbaru