Oleh: Muh. Ikbal Ibrahim S.Pd [Pegiat Media Sosial Buol]
SUARAUTARA.COM, Buol – Titik terakhir unjuk rasa masa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Buol (AMPB) digelar di halaman kantor Bupati. Setelah sebelumnya masa aksi dilakukan di Anjungan Leok, Bundaran , depan kejaksaan negeri (Kejasri), Selasa (31/5/2022).

Pada pukul 14.00 Wita, masa aksi tiba di kantor Bupati, dan melakukan orasi secara bergantian. Setelah pada pukul 15.00 wita awalnya proses aksi masih berjalan kondusif. Namun, saat Bupati Buol dr.Amirudin Rauf memohon pamit untuk Sholat Ashar di Masjid Agung, terlontar kalimat provokatif dalam orasi yang disampaikan Agris Batalipu dan Amran Batalipu.
Kalimat tersebut adalah: “Jangan lari pak Bupati,” ujar Agris Batalipu.
Kemudian langsung dilanjutkan oleh Amran Batalipu dengan teriakan yang sama “ Dokter Rudi jangan lari, jangan jadi pengecut,”kata Amran Batalipu.
Spontan masyarakat yang merasa Bupati Buol dikata-katai kasar, padahall Bupati merupakan symbol daerah dan pemimpin seluruh masyarakat marah.
Aksi sempat memanas antara masa aksi dan masyarakat yang merasa Bupati Buol telah dikata-katai kasar oleh pengunjuk rasa.
Namun akhirnya aksi berlanjut kembali dan masa dapat ditenangkan oleh aparat kepolisian.
Pada pukul 15.45 selepas sholat Ashar, Bupati Buol di informasikan akan datang menemui langsung masa aksi dan menjawab beberapa tuntutan aksi.
Olehnya beberapa warga yang merasa Bupati Bupati Buol harus diamankan, sebab akan menemui masa aksi, mencoba mengawal Bupati dititik beliau akan turun yang saat itu sudah ada barisan Polisi Pamong Praja.
Saat bejalan menuju titik tersebut, seorang pemuda bernama Agung Trianto didatangi oleh Aristabder Batalipu dan Agris Batalipu, dan gelagatnya diduga memang merencanakan untuk memukul Agung Trianto.
Saat itu, seseorang sempat menahan Aristander, namun Agris Batalipu kemudian mendeati Agung Trianto dan memukul (Meninju) pipih kiri Agung Trianto.
Karena melihat Agung Trianto dipukuli oleh Agris Batalipu. Akhirnya teman-teman Agung Trianto spontan secara reflex membalas tindakan Agris yang tanpa sebab, memukili Agung.
Insiden ini murni terjadi karena tindakan Agris Batalipu yang arogan dan memukuli Agung yang sedang berjalan menuju tempat Bupati Buol akan menemui masa aksi.
Jadi tuduhan bahwa Agris Batalipu dipukuli orang suruhan pak Bupati itu tidaklah benar.
Sebab, saat insiden terjadi, Bupati Buol baru dalam perjalanan ke kantor Bupati selesai melaksanakan sholat ashar (tidak berada di tempat).
Kedua, insiden ini terjadi murni spontasnitas orang-orang yang merupakan kerabat Agung Trianto (korban pemukulan Agris Batalipu).
Artinya, Agris Batalipu dipukuli merupakan reaksi atas tindakan pemukulannya terhadap Agung Trianto.
Setelah sempat di lerai dan di amankkan, aksi masa ini kemudian kembali dari kantor Bupati Buol.
Untuk dikatahui saat ini, Agung Trianto sudah melapor di Polres Buol atas tindakan pemukulan yang dilakukan oleh Agris Batalipu. (**)













