Di Luar Kafe Persaudaraan Tetap Terjaga Warga  KPK Luwuk Nikmati Kopi Walet dan Kaporung di Batui

Sabtu, 17 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto istimewa : Beginilah bentuk kebersamaan Keluarga KPK Luwuk

foto istimewa : Beginilah bentuk kebersamaan Keluarga KPK Luwuk

Suarautara.com, Banggai – Perbedaan profesi dan latar belakang bukan penghalang untuk membangun persaudaraan.

Semangat itulah yang mewarnai pertemuan sekitar 100 anggota grup WhatsApp Kedai Pencinta Kopi (KPK) Luwuk di kediaman Haji Haris, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sabtu (17/10/2026).

Mengusung semangat kebersamaan, pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan di antara anggota yang berasal dari berbagai kalangan.

Bagi mereka, secangkir kopi mungkin tidak seberapa nilainya. Namun, kesempatan untuk berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persaudaraan memiliki arti yang jauh lebih besar.

Kedai Pencinta Kopi (KPK) berawal dari tempat nongkrong yang berlokasi di Jalan R.A. Kartini Nomor 27, Luwuk, Kabupaten Banggai. Seiring perjalanan waktu, kedai tersebut berpindah ke Jalan Garuda, Kelurahan Luwuk.

Pemilik kedai yang akrab disapa Puang Haji Uci menjadi bagian dari perjalanan komunitas ini. Kebiasaan menikmati kopi dan berbincang bersama kemudian berkembang menjadi hubungan pertemanan yang terus terpelihara melalui grup WhatsApp KPK.

Anggotanya berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari imam, pendeta, pengusaha, pemilik toko, pemilik pondok, Kepala Caban Dieler motor dan Kacab Dieler Mobil aparatur sipil negara (ASN), pensiunan, jurnalis hingga pekerja lapangan.

Ada warga asli Banggai, ada pula warga perantauan yang datang untuk mencari penghidupan dan mengembangkan usaha. Perbedaan tersebut tidak menghalangi mereka untuk menjalin hubungan baik.

Kopi Walet dan Kaporung, Perekat Kebersamaan
Pertemuan di Batui berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Para anggota menikmati kebersamaan melalui makan bersama, berbincang santai, hingga karaoke yang menambah keakraban.

Tuan rumah, Haji Haris, turut menyediakan minuman Kopi Walet bagi para anggota yang hadir. Hidangan dan minuman yang disajikan menjadi bagian dari kebersamaan, bukan sekadar pelengkap acara.

Kaporung, salah satu kuliner khas Sulawesi Selatan, juga menjadi bagian dari kebersamaan dalam pertemuan tersebut.

Sejumlah anggota turut hadir bersama istri masing-masing. Kehadiran keluarga membuat suasana semakin hangat dan memperluas jalinan silaturahmi, tidak hanya di antara anggota komunitas, tetapi juga antarkeluarga.

Bagi Haji Haris, pertemuan itu merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kesempatan berbagi kebahagiaan dengan teman dan saudara yang selama ini terhubung dalam komunitas KPK.

Menurutnya, grup WhatsApp tersebut bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan wadah untuk bertukar informasi, saling mendukung, dan menjaga hubungan persaudaraan di tengah kesibukan masing-masing.

Di dalam grup ini, kita tidak melihat siapa yang memiliki pekerjaan apa. Yang terpenting adalah silaturahmi, persaudaraan, dan bagaimana kita bisa saling berbagi,” ujar Haji Haris.

Dalam perjalanannya, Haji Haris mengakui bahwa perbedaan pilihan pernah menimbulkan kerenggangan di antara sejumlah anggota.

Namun, ia berharap perbedaan tersebut tidak menjadi alasan untuk terus menjaga jarak, menumbuhkan kecurigaan, atau merusak hubungan pertemanan yang telah dibangun selama ini.

Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, setiap anggota diharapkan mampu menghargai pendapat satu sama lain dan mengutamakan kepentingan bersama.

Ia juga menegaskan bahwa grup KPK seharusnya tidak menjadi ruang untuk mempertajam ego pribadi atau memperbesar perbedaan.

Sebaliknya, komunitas tersebut perlu dipertahankan sebagai tempat berbagi informasi, pengalaman, dan kebahagiaan.

Intinya, mari kita bergandengan tangan, bukan bermusuhan. Kita jadikan KPK sebagai tempat untuk tertawa bersama, saling berbagi, dan mempererat persaudaraan, bukan untuk saling mencurigai,” tegasnya.

Merawat Persaudaraan dari Secangkir Kopi
Pertemuan di Batui menjadi pengingat bahwa persaudaraan tidak dibangun semata-mata karena kesamaan profesi, status sosial, maupun kepentingan tertentu.

Hubungan yang kuat justru tumbuh dari kemauan untuk saling menghargai, menjaga komunikasi, menerima perbedaan, dan meluangkan waktu untuk bertemu.

Berawal dari kebiasaan berkumpul di kedai kopi, komunitas KPK Luwuk kini menjadi wadah pertemanan bagi orang-orang dengan latar belakang berbeda.

Melalui pertemuan tersebut, para anggota diharapkan terus menjaga kekompakan dan menjadikan silaturahmi sebagai landasan dalam membangun hubungan yang harmonis.

Sebab, secangkir kopi dapat habis dalam beberapa tegukan, tetapi kenangan kebersamaan dan ikatan persaudaraan diharapkan tetap terjaga sepanjang waktu.(AM’oks69).

Berita Terkait

Keseriusan Polresta Banggai Ungkap Dua Kasus Sabu dalam Semalam Tiga Pria Diamankan dan 18,45 Gram Disita
Gelar Safari Religi Polresta Banggai di Masjid Rahmad  Perkuat Silaturahmi Polisi dan Masyarakat
Anggota Polsek Luwuk Mediasi Dugaan Pengutilan Rokok di Alfamidi Kedua Pihak Sepakati Damai
PLN Gandeng Polresta Banggai Gelar Simulasi Tanggap Darurat Tingkatkan Kesiapan Pengamanan Objek Vital
Kecelakaan Tunggal di Jalan Trans Sulawesi Pengendara Motor Luka Luka Desa Balaang Kecamatan nuhon
Lindungi Warga dari Udara Kabut Asap Satlantas Polresta Banggai Bagikan Masker di Luwuk
Spotting rogue casino warning signs before you spend
Not on Gamstop Online Roulette: A Comprehensive Guide

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:41 WITA

Keseriusan Polresta Banggai Ungkap Dua Kasus Sabu dalam Semalam Tiga Pria Diamankan dan 18,45 Gram Disita

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:20 WITA

Gelar Safari Religi Polresta Banggai di Masjid Rahmad  Perkuat Silaturahmi Polisi dan Masyarakat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:52 WITA

Anggota Polsek Luwuk Mediasi Dugaan Pengutilan Rokok di Alfamidi Kedua Pihak Sepakati Damai

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:32 WITA

PLN Gandeng Polresta Banggai Gelar Simulasi Tanggap Darurat Tingkatkan Kesiapan Pengamanan Objek Vital

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:07 WITA

Kecelakaan Tunggal di Jalan Trans Sulawesi Pengendara Motor Luka Luka Desa Balaang Kecamatan nuhon

Berita Terbaru