Suarautara.com,BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) VII Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Buol yang digelar di Hotel Suryawisata pada Sabtu, (15/06).
Momentum strategis bagi organisasi otonom Muhammadiyah ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru serta program kerja yang berdampak nyata bagi kemajuan masyarakat secara luas.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Muhammad Singara, S.Ag., M.Si., pemerintah daerah menekankan bahwa Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Forum ini menjadi ruang evaluasi dan proyeksi penting untuk menggerakkan potensi perempuan muda di Kabupaten Buol selama empat tahun ke depan demi membina generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
“Di tangan ibu-ibu dan saudari-saudari muda inilah masa depan keluarga, masyarakat, dan bangsa Buol dipertaruhkan,” ungkap Muhammad Singara saat membacakan sambutan tertulis Bupati Buol di hadapan para peserta Musda.
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Buol menitipkan tiga harapan besar kepada kader-kader Nasyiah. Pertama, organisasi ini diharapkan menjadi mitra strategis pendidikan dan karakter dengan aktif mendukung program Penguatan Profil Pelajar Pancasila serta Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat guna menangkal pergaulan negatif remaja melalui dakwah kultural.
Kedua, kader Nasyiah diminta tampil sebagai penggerak kesehatan dan pemberdayaan perempuan dengan menjadi duta kesehatan di desa-desa untuk menekan angka stunting, mengatasi anemia remaja putri, serta meningkatkan literasi kesehatan reproduksi.
Ketiga, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif melalui pelatihan kewirausahaan dan digitalisasi bagi perempuan muda dengan memanfaatkan kekayaan potensi UMKM, hasil laut, serta pertanian di Buol.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Buol menyatakan komitmennya untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya melalui sinergi dengan dinas terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Program-program yang dijalankan nantinya akan diselaraskan dengan RPJMD Kabupaten Buol yang mengusung konsep “Tujuh Buol Hebat” sebagai penjabaran misi pembangunan yang berkarakter dan berkeadilan, sejalan dengan konsep “Asta Cita” di tingkat nasional dan “Sembilan Berani” di tingkat provinsi.
Mengakhiri sambutan tersebut, pemerintah daerah berharap Musda VII ini dapat melahirkan nakhoda baru yang amanah sekaligus memperkuat semangat kolaborasi.
“Jadikan forum ini sebagai awal dari langkah nyata untuk memajukan perempuan muda Buol yang beriman, berilmu, dan berdaya,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Tengah, Rifka Yunita, S.Pd., menyampaikan orasi di atas podium yang menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan amanah organisasi.
Ia mengingatkan seluruh kader bahwa pergerakan ini memiliki tanggung jawab besar yang melampaui rutinitas program kerja formal.
“Kita tidak hanya sekadar menjalankan program kerja, tetapi kita sedang membangun peradaban melalui peran aktif di masyarakat. Sinergi antara pimpinan wilayah dan daerah adalah kunci utama keberhasilan kita,” tegas Rifka Yunita di akhir penyampaiannya.***






















