SUARAUTARA.COM, BANGGAI – Minimnya penerangan di sepanjang Jalan Trans Luwuk–Toili, mulai dari kawasan Terminal Kilometer 8 hingga tikungan menuju Desa Koyoan, menjadi perhatian warga.
Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan, kondisi gelap di jalur tersebut dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan.
Peristiwa yang meresahkan pengendara dilaporkan terjadi pada Sabtu malam (10/10/2026 ) di wilayah Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sekelompok perempuan yang mengendarai sepeda motor dari arah Nambo menuju Kota Luwuk diduga mengalami intimidasi oleh sekelompok pemuda saat melintas di kawasan Desa Bubung, tepatnya di sekitar lorong samping sebuah pompa bensin mini.
Kelompok pemuda tersebut diduga mengejar para pengendara perempuan menggunakan kayu. Para pengendara kemudian berbalik arah melanjutkan perjalanan ke arah Koyoan untuk menghindari situasi yang mengancam keselamatan mereka.
Namun, setibanya di kawasan Koyoan Permai, sepeda motor yang mereka kendarai diduga kembali dihadang oleh salah seorang pemuda yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Situasi itu kemudian memicu keributan hingga menarik perhatian warga setempat.
Menurut keterangan salah seorang warga Koyoan Permai yang meminta identitasnya dirahasiakan, pemuda yang diduga terlibat dalam insiden tersebut hampir menjadi sasaran amukan warga.
Warga itu menyebut pemuda tersebut diduga berada dalam kondisi mabuk dan tidak mengenakan baju saat kejadian berlangsung.
Meski demikian, kronologi lengkap insiden tersebut, termasuk identitas pihak yang terlibat dan motif kejadian, masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.
Selain insiden tersebut, kondisi penerangan di sepanjang jalur Trans Luwuk Toili turut menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, sejumlah titik di ruas jalan tersebut tampak minim penerangan sehingga kondisi jalan menjadi gelap pada malam hari.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di nambo, karena pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari. Kaum perempuan yang berkendara seorang diri maupun berkelompok juga membutuhkan kondisi jalan yang aman dan penerangan memadai.
Warga berharap semoga instansi terkait, dalam hal ini Dishub Banggai khususnya yang menangani penerangan jalan umum, segera melakukan pemeriksaan terhadap lampu yang padam serta memasang lampu baru di titik-titik yang masih gelap.
Penerangan jalan bukan hanya menunjang kenyamanan berkendara, tetapi juga membantu meningkatkan jarak pandang pengemudi dan mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan.
Warga juga berharap aparat keamanan menindaklanjuti informasi mengenai dugaan penghadangan dan pengejaran terhadap pengendara perempuan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.
Penanganan yang tepat diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah warga mengambil tindakan sendiri terhadap pihak yang diduga terlibat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan pengguna jalan dan ketersediaan fasilitas penerangan perlu mendapat perhatian serius dari pihak-pihak terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media akan terus berupaya memperoleh konfirmasi melalui pihak terkait untuk melengkapi informasi mengenai kejadian ini dan juga akan melaporkan ke pihak Dishub banggai guna segera ambil tindakan karena minimnya penerangan sepanjang ruas jalan yang dimaksud.(AM’oks69













