SuaraUtara.com, Touna — Bupati Tojo Una-Una melalui Wakil Bupati Surya, S.Sos., membuka Sosialisasi Masyarakat dalam rangka Kajian Penetapan Garis Sempadan Danau Banano I, II dan III, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Touna, unsur Forkopimda, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu, jajaran OPD Provinsi Sulawesi Tengah, Camat Tojo, Kepala Desa Banano, akademisi serta tim teknis.
Dalam sambutan Bupati yang disampaikan Wakil Bupati Surya, ditegaskan bahwa penetapan garis sempadan danau tidak semata-mata berkaitan dengan aspek teknis maupun penentuan batas, tetapi merupakan bagian penting dalam menjaga fungsi danau, melindungi ekosistem, menjamin keberlanjutan sumber daya air serta mendukung tata ruang yang berkelanjutan.
“Danau Banano I, II dan III merupakan kekayaan sumber daya alam Tojo Una-Una yang memiliki nilai penting, bukan hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Bupati menekankan agar proses kajian dilakukan secara bijak, terukur dan partisipatif. Menurutnya, pengetahuan masyarakat mengenai kondisi wilayah, sejarah pemanfaatan ruang dan perubahan lingkungan harus menjadi bagian dari pertimbangan dalam proses penetapan garis sempadan.
“Kita tidak hanya membutuhkan data teknis dan peta, tetapi juga pengetahuan lokal dan masukan dari masyarakat yang langsung memahami kondisi wilayah tersebut,” ujarnya.
Penetapan garis sempadan Danau Banano I, II dan III diharapkan menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Kabupaten Tojo Una-Una, yakni “Mewujudkan Masyarakat Tojo Una-Una yang Religius, Maju, Adil dan Sejahtera Berbasis Sektor Unggulan yang Berkelanjutan.”
Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keberadaan dan fungsi Danau Banano dengan semangat Sivia Patuju, atau satu tujuan.
Ia berharap sosialisasi tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah, tim kajian dan masyarakat, sehingga hasil kajian yang dihasilkan benar-benar mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.***













