Suarautara.com, Banggai – Pemerintah Kabupaten Banggai menghadiri rapat koordinasi secara virtual bersama BMKG Provinsi Sulawesi Tengah dalam rangka Press Release Prediksi Musim Hujan Tahun 2026/2027.
Kegiatan yang digelar oleh Media Center BMKG Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri ini diikuti langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, H. Moh. Rifai Mahiwa, SE., M.Si, mewakili Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, SP., MP., MM, Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan paparan BMKG, kondisi kemarau di Kabupaten Banggai diperkirakan masih akan bertahan dalam beberapa waktu ke depan.
Awal musim hujan secara umum diprediksi baru masuk pada Dasarian III Maret 2027, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Juli 2027.
Meski demikian, wilayah Toili Barat diprediksi menjadi area yang lebih dahulu memasuki periode hujan, yakni sekitar Desember 2026.
Sementara untuk hujan lokal yang sempat mengguyur wilayah Selatan Banggai, seperti Kecamatan Moilong, BMKG menjelaskan fenomena tersebut dipicu pemanasan lokal dan kondisi geografis pesisir serta pegunungan, sehingga belum menjadi indikator dimulainya musim hujan secara menyeluruh.
Menanggapi hasil pemetaan cuaca ini, Bupati Banggai melalui Kepala BPBD yang akrab disapa Fay mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Bapak Bupati mengimbau dan berpesan agar warga tidak melakukan pembakaran hutan maupun sampah sembarangan. Saat ini hembusan angin cukup kencang sehingga sangat rawan memicu kebakaran besar.
Mari kita jaga lingkungan bersama. Bagi siapa saja yang sengaja melakukan pembakaran, akan ditindak tegas,” tegas Fay usai mengikuti rapat lewat Zoom.
Selain antisipasi kemarau, Pemkab Banggai juga mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem menjelang masa peralihan musim mendatang. Koordinasi lintas sektor dan pemantauan wilayah terus diperketat guna meminimalkan risiko bencana di masyarakat.(AM’oks69).



















