Suarautara.com, Banggai – Sebuah kapal nelayan penangkap ikan dilaporkan mengalami musibah tenggelam di perairan wilayah pantauan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Luwuk pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 12.52 WITA. Seluruh muatan hasil tangkapan ikan dipastikan musnah dan tenggelam ke dasar laut.
Informasi awal musibah ini diterima melalui siaran Radio Pantai. Menindaklanjuti laporan darurat tersebut, tim KUPP Kelas II Luwuk bergerak cepat melakukan aksi penyelamatan di lokasi kejadian.
Aksi tanggap darurat ini dipimpin langsung oleh Kepala KUPP Kelas II Luwuk, Hasfar, yang turun ke laut bersama anggotanya menggunakan kapal cepat (speedboat) milik KUPP untuk menyisir titik koordinat kapal naas tersebut.
Kepala KUPP Kelas II Luwuk, Hasfar, mengonfirmasi bahwa seluruh awak kapal (ABK) berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, kerugian material akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Seluruh awak kapal berhasil kami selamatkan. Mengingat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang masih melanda perairan saat ini, kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh nelayan agar menunda aktivitas melaut sementara waktu demi keselamatan jiwa,” tegas Hasfar di lokasi evakuasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan informasi detail terkait kronologi serta penyebab pasti insiden tersebut.(AM’oks69).














