SuaraUtara.com, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Buol memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) medis, hingga percepatan penanganan Tuberkulosis (TBC).
Langkah tersebut dibahas dalam kunjungan kerja dan audiensi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama sejumlah pemerintah daerah dengan Wakil Menteri Kesehatan RI di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.
Delegasi Sulawesi Tengah dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dan diikuti Bupati Buol, Bupati Poso, Bupati Sigi, Bupati Morowali Utara, serta sejumlah wakil bupati dari kabupaten/kota di Sulteng.
Dalam pertemuan itu, sejumlah agenda strategis sektor kesehatan dibahas, mulai dari pembangunan dan revitalisasi fasilitas kesehatan, peningkatan SDM medis, penguatan pelayanan kesehatan masyarakat, hingga penanganan penyakit menular.
Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya terhadap program prioritas pemerintah dalam revitalisasi fasilitas kesehatan nasional. Pemerintah pusat disebut menyiapkan anggaran sekitar Rp40 triliun hingga Rp50 triliun per tahun untuk pembangunan maupun renovasi rumah sakit umum daerah (RSUD) dan puskesmas di berbagai daerah.
Khusus Kabupaten Buol, Kemenkes RI mengupayakan dukungan anggaran APBN sekitar Rp140 miliar hingga Rp150 miliar untuk periode 2027–2029.
Anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan baru atau renovasi total RSUD Mokoyurli di atas lahan yang diproyeksikan sebagai lokasi pembangunan fasilitas rumah sakit.
Rencana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Buol sehingga masyarakat memperoleh fasilitas medis yang lebih modern dan representatif.
Selain infrastruktur, penguatan SDM medis juga menjadi perhatian dalam audiensi tersebut.
Pada 2026, dokter umum asal Kabupaten Buol telah diberangkatkan untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Biaya pendidikan dan fasilitasi program tersebut ditanggung pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah.
Percepatan penanganan TBC juga menjadi salah satu agenda utama yang dibahas.
Pada Triwulan III 2026, Kemenkes RI memberikan intervensi langsung kepada Kabupaten Buol melalui dukungan peralatan dan operasional, di antaranya X-Ray Portable untuk RSUD Mokoyurli dan puskesmas, penyediaan tenaga teknis radiografer, biaya operasional dan insentif kader TBC, serta sarana dan prasarana pendukung kegiatan di lapangan.
Berdasarkan data penanganan TBC Kabupaten Buol, tercatat 201 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 191 pasien menjalani pengobatan sesuai standar, sementara 10 pasien masih dalam status pengobatan yang belum sesuai standar dan terus mendapatkan percepatan penanganan.
Dukungan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan fasilitas kesehatan dalam mendeteksi sekaligus menangani kasus TBC secara lebih cepat.
Dalam audiensi itu, Kabupaten Buol juga mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Buol masuk dalam tiga besar daerah dengan capaian tertinggi se-Sulawesi Tengah. Program tersebut diarahkan untuk mendeteksi lebih dini berbagai penyakit tidak menular, termasuk hipertensi dan diabetes melitus.
Kemenkes menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan harus diikuti dengan tindak lanjut. Fasilitas pelayanan kesehatan tidak hanya melakukan deteksi, tetapi juga memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga kondisi kesehatannya tertangani.
Ketersediaan obat untuk mendukung pelayanan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah.
Selain TBC dan CKG, penanganan stunting turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Kemenkes menekankan bahwa penurunan angka stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor dan tidak dapat dibebankan kepada satu instansi saja.
Kolaborasi diperlukan antara Dinas Kesehatan, BKKBN/DP2KB, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Pusat Statistik, Tim Penggerak PKK, serta pemangku kepentingan lainnya.
Pemkab Buol juga menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor kesehatan di daerah.
“Terima kasih Pak Wamenkes. Alhamdulillah, Kabupaten Buol telah memiliki bangunan Labkesmas Tier 2 yang dibangun melalui anggaran tahun 2025. Namun, saat ini kondisinya masih berupa bangunan kosong. Kami sangat mengharapkan bantuan lanjutan dari pemerintah pusat untuk pemenuhan peralatan medis, SDM ahli, serta alokasi operasionalnya,” ungkap perwakilan Pemkab Buol.
Menutup audiensi, Kemenkes RI mendorong pemerintah daerah di Sulawesi Tengah untuk terus mengembangkan inovasi di tingkat lokal.
Inovasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan CKG, mempercepat penanganan stunting dan TBC, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.***
















