Gebyar – gebyar di Hutan Kota

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GEBYAR-GEBYAR DI HUTAN KOTA

*Cak Sundjojo, Puisi, dan Nasionalisme yang Menggetarkan*

Hari ini, pukul 08.00 WIB, di Hutan Kota Batu, suasana peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa semakin istimewa. Upacara bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nasionalisme dan kecintaan kepada tanah air.

Salah satu momen yang menggetarkan adalah ketika Cak Sundjojo tampil membacakan “Gebyar-Gebyar” karya Gombloh.

Dengan intonasi yang kuat, vokal yang penuh tenaga, ekspresi yang hidup, dan penghayatan maksimal, Cak Sundjojo mampu menghadirkan suasana patriotik yang terasa dekat dengan hati. Puisi dan lagu tidak sekadar terdengar sebagai rangkaian kata, tetapi menjelma menjadi ungkapan kecintaan kepada Indonesia.

Usia 73 Tahun, Semangat Tak Pernah Tua

Yang membuat penampilan Cak Sundjojo semakin menarik adalah usianya yang telah 73 tahun. Usia bukan penghalang untuk tetap berkarya dan menunjukkan kecintaan terhadap negeri.

Justru dari sosoknya terpancar sebuah pesan penting: nasionalisme tidak mengenal usia.

Hari ini ia berdiri di tengah upacara kemerdekaan. Suaranya menjadi bagian dari suasana kebangsaan. Penghayatannya mengingatkan kita bahwa mencintai Indonesia tidak selalu harus dilakukan dengan pidato panjang atau kata-kata besar. Kadang cukup dengan berdiri, membaca, menyuarakan, dan menghayati sebuah karya dengan sepenuh hati.

Cak Sundjojo bukan sosok yang asing dalam perjalanan pemerintahan dan kebudayaan Kota Batu. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Batu. Pengalaman panjangnya menjadi bagian dari sejarah perjalanan Kota Batu.

Kini, dalam usia 73 tahun, ia tetap hadir dengan semangat berkarya.

Ia juga dikenal sebagai penulis buku Catatan Secuil Ketika Bocil tentang Kota Batu, sebuah catatan yang merekam kenangan, pengalaman, dan perjalanan tentang Kota Batu dari sudut pandang personal.

Ketika “Gebyar-Gebyar” Menjadi Pernyataan Cinta Tanah Air

Penampilan Cak Sundjojo pagi itu terasa lebih dari sekadar pembacaan karya.

Ada kenangan.

Ada pengalaman.

Ada perjalanan hidup.

Ada kecintaan terhadap Kota Batu.

Dan ada kecintaan yang lebih besar kepada Indonesia.

Ketika suara seorang yang telah melewati perjalanan panjang kehidupan menyampaikan semangat kebangsaan, yang terdengar bukan hanya suara seorang pembaca. Di dalamnya seakan hadir pengalaman sebuah generasi.

Karena itu, ketika “Gebyar-Gebyar” dilantunkan dengan penghayatan penuh, suasana menjadi semakin hidup.

Inilah nasionalisme yang tidak dibuat-buat.

Nasionalisme yang lahir dari pengalaman hidup, dari kecintaan terhadap negeri, dan dari kesediaan untuk terus memberikan sesuatu bagi masyarakat.

Presiden Puisi dan Suara yang Menggetarkan

Apalagi jika momen tersebut mendapatkan ulasan dari seorang tokoh yang dikenal sebagai “Presiden Puisi”, tentu akan menjadi peristiwa yang semakin menarik dalam dunia sastra dan kebudayaan.

Sebab, seni membaca puisi bukan hanya persoalan hafal atau tidak hafal. Sebagaimana prinsip seni baca puisi, yang paling penting adalah pemahaman, penghayatan, vokal, intonasi, ekspresi, dan kemampuan menghadirkan suasana kepada pendengar.

Cak Sundjojo pagi itu memperlihatkan semuanya.

Ia tidak sedang sekadar membaca.

Ia sedang menghidupkan kata-kata.

Dan ketika kata-kata tentang Indonesia dihidupkan oleh suara yang matang, pengalaman hidup pun ikut berbicara.

Menggetarkan Karena Tulus

Barangkali inilah alasan mengapa penampilan Cak Sundjojo terasa menggetarkan.

Bukan karena usia mudanya.

Bukan karena gerakan yang berlebihan.

Bukan karena panggung yang megah.

Tetapi karena ada ketulusan.

Seorang lelaki berusia 73 tahun berdiri membawa pengalaman hidupnya, kemudian menyuarakan kecintaan kepada Indonesia di tengah peringatan kemerdekaan.

Pesannya sederhana:

Selama masih mampu bersuara, selama masih mampu berkarya, selama masih mampu mencintai negeri, maka nasionalisme tidak pernah berhenti.

Dari Hutan Kota Batu, pagi itu, suara Cak Sundjojo menjadi bagian dari gebyar kemerdekaan.

Bukan sekadar gebyar upacara.

Melainkan gebyar cinta tanah air.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Teruslah berkarya.
Teruslah mencintai Indonesia.
Merdeka! 🇮🇩

Kota Batu, 17 Agustus 2026
Akaha Taufan Aminudin
*SATUPENA JAWA TIMUR*

Berita Terkait

Gelar Aksi di Tugu Adipura SMI Untika Luwuk Desak Pemerintah Tuntaskan Karhutla dan Penuhi Hak Dasar Rakyat
Gelar Kerja Bakti di Bantaran Sungai Soho Lurah Ajak Warga Hidupkan Gotong Royong di Kota Tua Luwuk
Aswas Kejati Sulteng Musafir Kunker Kejari Banggai Peningkatan Status Kelembagaan ke Tipe A Dalam Kajian
Kapolresta Banggai Hendri Yulianto Gelar Turnamen Domino Berhadiah Rp 50 Juta 232 Tim Siap Bertanding
Guru Tidak Ditugaskan untuk Menyeragamkan Murid
Mengukir Sejarah dari Kota Wisata: KYM Kota Batu dan SATUPENA Gelar ‘Nubar’ Puisi Bersama Mendikdasmen RI
Bereskan Kabel Semrawut Wabup Furqanuddin Beri Waktu Kadishub dan Satpol PP Tertibkan Provider Nakal
Ratusan Mahasiswa Unismuh Luwuk Ikuti Pertamina Goes to Campus 2026 Peluang Magang hingga Riset Dibuka

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:24 WITA

Gelar Aksi di Tugu Adipura SMI Untika Luwuk Desak Pemerintah Tuntaskan Karhutla dan Penuhi Hak Dasar Rakyat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:29 WITA

Gelar Kerja Bakti di Bantaran Sungai Soho Lurah Ajak Warga Hidupkan Gotong Royong di Kota Tua Luwuk

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Aswas Kejati Sulteng Musafir Kunker Kejari Banggai Peningkatan Status Kelembagaan ke Tipe A Dalam Kajian

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Kapolresta Banggai Hendri Yulianto Gelar Turnamen Domino Berhadiah Rp 50 Juta 232 Tim Siap Bertanding

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:18 WITA

Guru Tidak Ditugaskan untuk Menyeragamkan Murid

Berita Terbaru

OPINI

Ketika Diskusi Akan Merekatkan Tali Kerjasama

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:52 WITA

Topik Utama

The Ultimate Guide to Online Casino 10 Euro

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:30 WITA

Topik Utama

The Ultimate Guide to European Roulette Online

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:58 WITA