Suarautara.com, Banggai – Pemerintah Kecamatan Luwuk Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi berbasis potensi lokal.
Peninjauan dilakukan pada Rabu (1/7/2026), Camat Luwuk Timur, AB. Lasantu, ST, bersama Tim Inovasi Kecamatan menggelar sosialisasi sekaligus meluncurkan inovasi LIBUD (Lengkati Bunut Timbali Doik), sebuah program yang mengubah limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Inovasi LIBUD merupakan terobosan produktif yang memanfaatkan limbah sabut kelapa untuk diolah menjadi cocofit dan cocofiber.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua produk tersebut memiliki nilai jual yang menjanjikan serta memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian, industri, dan pelestarian lingkungan.
Cocofit dimanfaatkan sebagai media tanam dan campuran pupuk karena memiliki kemampuan menyerap air yang tinggi. Material ini mampu mempercepat pertumbuhan bibit sekaligus meningkatkan ketahanan tanaman pada musim kemarau.
Selain itu, Tim Inovasi Kecamatan juga tengah mengembangkan pemanfaatan cocofit sebagai bahan campuran pembuatan bata ringan dan berbagai material bangunan lainnya.
Sementara itu, cocofiber menjadi komoditas yang memiliki prospek ekspor. Untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri, Tim Inovasi Kecamatan menggandeng rumah produksi di Desa Kayutanyo dan Desa Baya dengan target kapasitas produksi mencapai 30 ton cocofiber setiap bulan.
Peluncuran inovasi LIBUD mendapat sambutan positif dari para kepala desa dan perwakilan petani kelapa.
Mereka menilai program ini mampu meningkatkan nilai tambah limbah sabut kelapa, membuka peluang usaha baru, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kelompok usaha pemuda Desa Baya juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banggai atas pelimpahan sebagian kewenangan kepada Camat Luwuk Timur.
Melalui program pelayanan publik yang didukung dana pelimpahan kewenangan, kelompok usaha tersebut menerima bantuan mesin pengolahan sabut kelapa pada tahun 2024 yang kini menjadi penunjang utama pengembangan usaha mereka.
Dalam kesempatan itu, Camat Luwuk Timur AB. Lasantu mengajak seluruh pemerintah desa, kelompok usaha, dan masyarakat untuk terus berinovasi dengan menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam mengelola berbagai jenis limbah yang masih memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, inovasi berbasis potensi lokal merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
Dengan hadirnya inovasi LIBUD, Kecamatan Luwuk Timur diharapkan menjadi contoh pengembangan ekonomi sirkular berbasis desa yang mampu mengubah limbah menjadi sumber pendapatan baru, sekaligus mendorong lahirnya usaha produktif yang berdaya saing hingga pasar internasional.(AM’oks69)

























