Suarautara.com, Banggai – Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Buana Nambo akhirnya kembali tiba di Kabupaten Banggai usai melakoni tur persahabatan ke Provinsi Gorontalo.
Rombongan bertolak dari Gorontalo menggunakan kapal laut sejak Kamis, 29 Januari 2026, dan tiba dengan selamat di Pelabuhan Luwuk pada Jumat siang, 30 Januari 2026.
Kedatangan tim disambut langsung oleh Presiden sekaligus Manajer SSB Buana Nambo, Hadiwiyono, dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tur persahabatan tersebut menjadi pengalaman perdana bagi SSB Buana Nambo yang dipimpin oleh pelatih Sumitro, yang akrab disapa Bagong, bersama tiga pelatih lainnya.
Selama berada di Gorontalo, SSB Buana Nambo menjalani dua pertandingan persahabatan melawan SSB Ippot Tapa dan SSB Limboto Barat.
Menariknya, dua laga tersebut dilaksanakan pada malam hari, yang menjadi pengalaman baru dan berharga bagi para pemain usia dini SSB Buana Nambo.
Karena ini pertama kali anak-anak bertanding pada malam hari, tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” ujar Hadiwiyono.
Ia mengaku puas dengan hasil serta proses yang dijalani para pemain selama tur persahabatan tersebut.
Menurutnya, tujuan utama Tur pertandingan ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan membangun mental bertanding dan mempererat silaturahmi antar sesama sekolah sepak bola.
Ini bukan soal kalah atau menang. Yang terpenting adalah silaturahmi antar klub serta membangun mental anak-anak, baik dari SSB Ippot Tapa, SSB Limboto Barat, maupun SSB Buana Nambo,” jelasnya.
Hadiwiyono menambahkan, antusiasme para pemain sangat terlihat setelah mengikuti tur ini.
Bahkan para orang tua turut merasakan kebahagiaan karena anak-anak mereka untuk pertama kalinya merasakan atmosfer pertandingan malam hari.
Saya melihat anak-anak sangat bahagia. Mereka jadi semakin semangat dan ketagihan untuk terus berlatih dan bertanding. Ini awal yang baik untuk perjalanan SSB Buana Nambo ke depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Hadiwiyono menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas latihan.
Menurutnya, tanpa latihan yang rutin dan terjadwal, sebuah sekolah sepak bola akan sulit berkembang.
Ke depan, seluruh pemain dan empat pelatih akan fokus menjalani program latihan secara konsisten.
Saat ini, SSB Buana Nambo juga telah terdaftar dan terafiliasi secara resmi dengan PSSI, yang menjadi modal penting untuk mengikuti berbagai turnamen resmi di masa mendatang.
Untuk saat ini kami masih mandiri, belum ada pendanaan dari pemerintah daerah dan tidak memungut iuran dari anak-anak.
Namun kami optimistis, ketika SSB Buana Nambo sudah memiliki nilai dan prestasi, sponsor akan datang,” ungkapnya.
Selain itu, SSB Buana Nambo juga mendapatkan dukungan dari pihak DS, berupa pelaksanaan coaching clinic bersama pelatih PON, serta sesi pelatihan daring melalui Zoom bersama Coach Tristan Alif dari Cintaiyong Academy.
Ke depan, kerja sama lanjutan dengan Cintaiyong Academy juga direncanakan akan terus dikembangkan.
Sementara itu, Pelatih SSB Buana Nambo, Sumitro alias Bagong, menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan kunjungan balasan ke Gorontalo.
Ia juga memastikan kesiapan SSB Buana Nambo untuk menyambut kunjungan SSB Ippot Tapa dan SSB Limboto Barat ke Banggai dalam waktu dekat.
Kami menunggu kedatangan mereka ke Banggai. Ini bagian dari silaturahmi dan pembinaan sepak bola usia dini,” pungkas Pelatih Bagong.(AM’oks69)






















